SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mengatakan, menghendaki agar sekolah di daerah bisa memasukan pengenalan bahasa daerah dan budaya daerah dalam program belajar. Salah satunya melalui muatan lokal.
“Ditahun ajaran baru ini, perlu disamakan persepsi, Dinas Pendidikan juga sudah saatnya memberikan arahan agar program muatan lokal dimasukan pembelajaran bahasa daerah dan kebudayaan daerah ini, mulai dari tingkatan SD hingga SMA,” katanya, Senin 20 Juli 2020.
Pengenalan dan pembelajaran akan budaya daerah ini dianggap penting, pasalnya dirinya melihat semakin hari kebuayaan daerah semakin menghilang. Ini terjadi karena kurangnya kepekaan dan semangat untuk melestarikannya.
“Bisa dilihat dari daerah luar Kalimantan, sejak SD mereka sudah diperkenalkan dengan system budaya lokal, kesenian daerah, bahasa daerah dan lain sebagainya hingga pada akhirnya kebudayaan sebagai identitas diri itu memang terus dilestarikan,” ucap Politikus Partai Golkar Kotim itu.
Menurut Rudianur eksistensi budaya lokal cenderung menurun, apalagi di zaman generasi milenial saat ini. Padahal melalui kebudayaan daerah itulah sebagai wadah untuk membentuk karakter dan perilaku anak didik atau peserta didik.
“Saat ini terlihat pendidikan sudah cenderung mengabaikan karakter anak. Iya memang kalau secara teori tetapi secara output bisa kita lihat sendiri produk dari pendidikan yang menyepelekan pendidikan muatan lokal tadi,” ujarnya.
Lanjutnya, melalui ruang muatan lokal ini sekolah bisa menyisipkan mengenai kecintaan akan daerah, cara berperilaku sebagai orang berbudaya dan beradat bisa disampaikan.
“Hal-hal semacam ini jangan pernah ditinggalkan untuk pendidikan kita, karena kita mendidik bukan hanya untuk pintar saja, tetapi menjadi manusia pancasila, manusia yang berbudi pekerti luhur,” ucap Rudianur.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post