SAMPIT – Persatuan Perawat Seluruh Indonesia (PPNI) Kabupaten Kotawaringin Timur menemui Komisi III DPRD setempat. Mereka menyampaikan beberapa persoalan, salah satunya berkaitan dengan surat edaran tentang insentif tenaga kesehatan. Surat edaran itu menyebutkan, untuk insentif tenaga kesehatan hanya mengakomodir tenaga kesehatan yaitu dokter, apoteker dan yang bertugas di luar kota. Sedang tenaga perawat yang ada di dalam kota tidak mengalami kenaikan insentif.
Selain itu, berkaitan juga dengan pelayanan epidemilogi, PPNI Kotim juga meminta bantuan pengadaan APD. Pasalnya, saat ini yang disediakan hanya masker dan hand sanitizer.
Terkait dengan persoalan yang disampaikan oleh PPNI Kotim tersebut, anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah mengungkapkan, Pemkab Kotim seharusnya memberikan reward yang berimbang, termasuk kepada tenaga perawat.
“Kita ketahui para tenaga perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan kesehatan masyarakat sebelum ditangani oleh dokter. Apalagi di tengah perang kita menghadapi pandemi corona virus atau covid-19, tenaga perawat adalah salah satu elemen penting dalam suksesi Pemkab Kotim menjaga daerah kita dari covid-19. Ketika masyarakat datang pastinya yang pertama menangani adalah para perawat kita,” lanjutnya.
Belum lagi kalau melihat dari segi resiko, ungkap Riskon, para perawat inipun mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit atau tertular penyakit terutama wabah covid-19, dikarenakan APD yang masih minim.
“Ini secepatnya akan kita sampaikan ke Pemkab melalui leading sektornya, Dinas Kesehatan agar bisa bisa dicarikan solusinya terutama berkaitan dengan APD tenaga kesehatan sebagai garda terdepan untuk penanggulangan pandemi covid-19 ini,” tandasnya.
Berkenaan dengan insentif tenaga perawat, jelas Riskon, pihaknya akan menanyakannya dengan Pemkab Kotim. “Tapi juga kita harus objektif melihat kemampuan keuangan daerah kita. Karena di tengah pandemi covid-19, Pemkab harus benar-benar menghitung secara tepat dan cepat untuk menjaga stabilitas kesahatan masyarakat, ekonomi dan sosial untuk daerah kita,” pungkasnya.
(saf/matakalteng.com)






















Discussion about this post