SAMPIT – Anggota DPRD Kotim dari Fraksi Golkar, M. Arsyad saat melaksanakan reses ke Kecamatan Cempaga mengungkapkan bahwa warga diwilayah tersebut mengeluhkan tingginya lalu lintas angkutan hasil pertambangan di Sungai Cempaga.
Menurutnya, warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Cempaga merasa sangat terganggu dengan tingginya lalu lintas tongkang yang membawa hasil tambang seperti batu bara.
“Bahkan kalau dulu hari Jumat biasanya tidak ada tongkang yang membawa hasil tambang lewat, namun saat ini setiap hari, termasuk hari Jumat. Akibatnya warga sangat merasa terganggu karena menyebabkan sungai tercemar. Selain itu, saat ini warga setempat juga mulai kesulitan untuk mencari ikan di sungai,” terang M. Arsyad, 12 November 2019 kemarin.
Seharusnya, terang Arsyad, jika memang diberikan izin untuk angkutan hasil tambang, juga harus diperhatikan bagaimana kondisi masyarakat setempat. Misalnya dibatasi hanya pada waktu tertentu saja melintasnya.
“Persoalan ini jika tidak dicarikan solusi, dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah sosial. Masyarakat bisa habis kesabarannya dan bisa bertindak sendiri. Sehingga pemerintah maupun pihak yang berkepentingan harus memperhatikan masalah ini,” tambah pria yang pernah menjadi jurnalis ini.
Untuk itu, lanjutnya, kedepannya mereka berencana untuk memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Seperti KSOP, Dinas Perhubungan, perusahaan angkutan pertambangan serta instansi terkait lainnya.
(saf/matakalteng.com)
















Discussion about this post