SAMPIT – Saat reses perorangan di Kecamatan Baamang, Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara banyak menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat, salah satunya terkait pencegahan banjir.
Saat ini masih banyak kawasan permukiman di Sampit yang rawan banjir saat musim hujan seperti sekarang ini. Untuk itu, Politisi partai PDI Perjuangan ini meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan normalisasi sungai-sungai kecil yang ada di daerah itu untuk mencegah banjir.
“Sungai-sungai kecil yang ada di Sampit ini harus dikeruk supaya air bisa mengalir lancar hingga Sungai Mentaya. Harapan ini banyak disampaikan warga, khususnya di Kecamatan Baamang karena warga khawatir terjadi banjir akibat aliran air tidak lancar,” kata Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Agus Seruyantara di Sampit, Rabu 13 November 2019.
Normalisasi sungai dilakukan dengan membersihkan dan mengeruk badan sungai sehingga kapasitas badan sungai sesuai dengan debit air yang diinginkan dengan masih mempertahankan pola alamiah sungainya.
Agus mencontohkan, anak sungai yang ada di kawasan Wengga Metro. Anak sungai tersebut dangkal dan banyak ditumbuhi rumput sehingga menghambat arus air. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa saja memicu banjir jika air curah hujan tinggi membuat air sampai meluap.
Pengerukan dan pembersihan juga perlu dilakukan agar sungai kecil tersebut tetap dialiri air. Manfaatnya saat kemarau, air di sungai bisa digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan.
“Saat kemarau belum lama ini, petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena sumber air kering. Sungai di kawasan itu dangkal, makanya tidak ada airnya,” kata Agus.
Normalisasi diharapkan juga dilakukan di sungai dan anak sungai lainnya yang ada di Sampit. Program ini sejalan dengan pembenahan drainase yang saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah daerah.
(raf/matakalteng.com)
















Discussion about this post