SAMPIT – Guna mengatasi persoalan anak jalanan, khususnya dalam memberikan pembinaan, Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah mengatakan bahwa saat ini salah satu kendala yang dihadapi adalah masih belum adanya fasilitas rumah singgahm seperti yang terdapat di kota-kota lain, terutama bagi anak-anak jalanan yang baru ditertibkan.
“Sehingga setelah ditertibkan kita tdk bisa lakukan pembinaan lebih lanjut. Kedepan kita berharap agar rumah singga bisa kita bangun, agar anak jalanan bisa kita bina sehingga tidak lagi di jalanan, guna keselamatan diri anak-anak yang terbilang masih di bawah umur tersebut,” terang Riskon Fabiansyah, Jumat 3 Oktober 2019.
Disampaikan Riskon, walau bagaimanapun, anak-anak jalanan ini juga merupakan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Dalam kunjungan ke Satpol PP Kotim, Riskin Fabuansyah bersama anggota DPRD Kotim lainnya Paisal Darmasing juga menyampaikan bahwa sesuai amanat UU 1945 pasal 34 ayat 1, bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Sebab itu, pihaknya berharap agar ada pembinaan yang lebih nyata kepada anak-anak jalanan ini maupun kepada orangtuanya, sehingga mereka tidak lagi ke jalanan ketika dilepaskan oleh petugas. Selain itu, memang perlu dukungan dan koordianasi dengan SOPD lainnya, sehingga pembinaan yang dilakukan memberikan hasil yang optimal.
“Kita tentunya mengharapkan agar mereka ini nantinya juga memiliki masa depan yang cerah, kalau keadaan ini dibiarkan tentunya hal itu akan sulit terealisasi,” tandasnya.
Sebelumnya Satpol PP Kotawaringin Timur menertibkan anak-anak jalanan yang kerap berjualan di traffic light atau lampu pengatur lalu lintas di Kota Sampit. Penertiban ini dilakukan petugas karena banyaknya keluhan dari masyarakat, khususnya perngguna jalan yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anak jalanan tersebut.
Pasalnya, saat mereka menawarkan barang dagangan mereka, dikhawatirkan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Anak-anak jalanan yang ditertibkan ini sebagian besar berasal dari luar Kota Sampit. Ada yang berasal dari KAbupaten Seruyan dan ada juga yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan.
(far/matakalteng.com)
















Discussion about this post