KASONGAN – Ketua DPRD Kabupaten Katingan, Marwan Susanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke-IX yang digelar di Stadion Sport Center Kasongan, Kamis 26 Juni 2025 malam.
Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata komitmen umat Hindu Kaharingan dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya serta nilai-nilai spiritual yang menjadi warisan leluhur.
FTIK ke-IX tahun ini diikuti oleh 576 peserta dari 13 kecamatan dan akan berlangsung hingga 29 Juni 2025. Festival tersebut menampilkan beragam lomba yang bernuansa keagamaan dan budaya lokal.
“Kami di DPRD Katingan menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan FTIK. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya dan penguatan identitas keagamaan masyarakat Hindu Kaharingan,” jelas Marwan Susanto.
Dia menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai budaya sendiri, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarumat beragama di Kabupaten Katingan.
“Kegiatan ini sangat positif, membangun semangat kebersamaan, memperkuat nilai moral, dan membentuk karakter generasi penerus yang cinta budaya,” tambahnya.
Marwan juga berharap festival semacam ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya.
DPRD, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya daerah, termasuk mendukung anggaran kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.
Adapun lomba-lomba yang digelar pada FTIK ke-IX meliputi manadak, cerdas cermat, tarian sakral Hindu Kaharingan, vokal grup lagu rohani, pembuatan sarana upacara ritual, mantir basarah, pandehen, serta karungut.
Ketua LPT-IK Kabupaten Katingan, Sarnadi D. Uga, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi program kerja lembaga dan momentum pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) untuk menyusun kepengurusan baru periode 2025–2029.
“Kami ingin LPT-IK terus menjadi pilar pembinaan dan pengembangan spiritualitas umat Hindu Kaharingan melalui pendekatan budaya dan pendidikan,” jelas Sarnadi.
Marwan pun mengakhiri dengan harapan besar agar FTIK ke-IX ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan kolektif dalam memperkuat jati diri masyarakat Katingan melalui budaya dan agama.
(anr/matakalteng.com)






















Discussion about this post