KUALA KAPUAS – Anggota DPRD Kapuas, Berinto kembali mempertanyakan realisasi pembangunan infrastruktur ruas jalan penghubung dari Desa Tumbang Bukoi (Kecamatan Mandau Telawang) menuju Pujon (Kecamatan Kapuas Tengah).
Meski sudah ada proses lelang tetapi belum ada kepastian realisasi. Hal ini dipertanyakan langsung oleh dirinya saat mengikuti rapat paripurna, yang merupakan hasil dari reses lima anggota DPRD Kapuas dari dapil III.
Berinto menyebut, masih ada desa yang terpaksa mengandalkan akses sungai sebagai jalur transportasi utama. “Semenjak negara ini merdeka sampai hari ini, warga Desa Tumbang Bukoi belum menikmati yang namanya infrastruktur (jalan) tembus ke Kecamatan. Mereka masih menggunakan jalur sungai, memang badan jalan sudah ada, tapi belum fungsional,” sebutnya, Rabu, 27 April 2022.
Padahal, lanjut Politisi Partai NasDem ini, rencana pembangunan infrastruktur ruas jalan sudah dianggarkan dalam APBD 2022, yang mana sumber pembiayaannya disepakati dari pembiayaan pihak ketiga bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Padahal proyek itu sudah lelang dan tayang. Bayangkan, dari tahun 2019 hingga 2021, tidak ada kegiatan pengerjaan. Karena menunggu sumber dana dari PT SMI ini. Kalau ini gagal, sumber dananya pastingagal. Kami nanti minta Bupati untuk tindak tegas terkait OPD yang bertanggungjawab,” tegasnya.
Dia menambahkan, aspirasi ini harus disampaikan supaya jadi bahan evaluasi dari Bupati dan Wakil Bupati Kapuas. Karena diketahui, salah satu program prioritas Bupati Kapuas adalah membuka keterisolasian.
Sebelumnya, terkait akses infrastruktur jalan di dapil III yang meliputi Kecamatan Timpah, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Pasak Talawang, dan Kecamatan Mandau Talawang, telah menjadi perhatian anggota DPRD dan diharapkan menjadi perhatian Pemkab setempat.
(Gia/matakalteng.com)





















Discussion about this post