KUALA KAPUAS – Beberapa desa diwilayah Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas diantaranya Desa Tumbang Muroi, Desa Tumbang Mangkutub, Desa Katunjung dan Desa Sei Ahas, sangat memerlukan keberadaan tenaga medis kesehatan terutama Bidan Desa.
Demikian diungkapkan anggota DPRD Kapuas, Algrin Gasan S.Hut, Senin 14 Oktober 2019. Menurutnya, karena keterbatasan tenaga medis khususnya di Bidan di pedesaan, banyak bayi yang tidak tertolong hingga meninggal beserta ibunya.
Kasus tersebut ditemukan saat dirinya melakukan reses kebeberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Mantangai belum lama ini. Selain bidan, warga masyarakat setempat juga sangat membutuhkan obat-obatan.
“Minimnya obat-obatan dan tenaga medis kesehatan di beberapa desa tersebut,tentunya sangat berdampak negatif pada pelayanan kesehatan terutama bagi ibu hamil dan ibu melahirkan. Sehingga menimbulkan korban jiwa baik bagi sicabang bayi maupun pada ibunya,” ungkap Algrin,
Ironisnya lanjut Algrin, banyak tenaga kesehatan atau bidan desa yang menumpuk di Puskesmas Desa Teluk Batu. “Mestinya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas segera mendistribusikan tenaga kesehatan atau bidan desa itu ke desa-desa yang membutuhkan,” tambah Algrin.
Untuk itu, Algrin memminta kepada Dinas Kesehatan setempat untuk harus benar-benar cermat dan teliti dalam penempatan tenaga medis kesehatan terutama untuk penempatan bidan desa, agar tidak terjadi penumpukan tenaga medis kesehatan. Begitu juga dengan pendestribusian obat-obatan harus benar-benar di kontrol dengan cermat.
“Kami berharap agar Dins Kesehatan segera mengevaluasi keberadaan tenaga medis kesehatan khususnya tenaga bidan desa baik dalam penempatannya benar-benar tepat dan bermanfaat bagi warga masyarakat,” pungkasnya.
(gia/matakalteng.com)















Discussion about this post