PALANGKA RAYA – Inovasi teknologi kembali hadir di dunia pendidikan Kalimantan Tengah. Aplikasi PENA Kalteng, yang sebelumnya hanya digunakan untuk basis data pendidikan dan administrasi sekolah, kini dilengkapi fitur baru untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda, menilai penambahan fitur ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi. Menurutnya, Dinas Pendidikan bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas nasional Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Aplikasi PENA dengan fitur pemantauan MBG bukan hanya memudahkan pengawasan, tapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Ini bahkan menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Wengga, Selasa 23 September 2025. Melalui fitur tersebut, sekolah dapat melaporkan pelaksanaan MBG secara real-time, mulai dari jumlah siswa penerima, menu harian, hingga dokumentasi pendukung. Data itu nantinya menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan.
Politisi muda dari Fraksi Gerindra ini menyebut, penggunaan teknologi sebagai alat kontrol membuat program berjalan lebih efisien. Selain itu, masyarakat juga bisa melihat bahwa pengelolaan MBG dilakukan secara terbuka. “Ini langkah tepat dalam memastikan anak-anak sekolah benar-benar mendapat manfaat program MBG. Pemantauan berbasis aplikasi akan meminimalisir potensi penyimpangan,” tambahnya.
Lebih jauh, Wengga mendorong instansi lain agar tidak ragu berinovasi dalam mendukung kebijakan nasional, terutama yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kolaborasi antara pusat dan daerah adalah kunci. Jika daerah bisa cepat merespons dengan cara-cara inovatif, maka tujuan pembangunan akan lebih cepat tercapai,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post