Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, menegaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan pada Rabu (21/5), menanggapi kondisi pasokan pangan di Kalteng yang masih bergantung pada daerah lain.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan keprihatinannya atas ketergantungan Kalteng terhadap pasokan komoditas pangan seperti telur, daging sapi, dan ayam dari luar daerah. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan lemahnya kapasitas produksi lokal yang perlu segera dibenahi secara komprehensif.
“Kita harus mendorong diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal secara sistemik, dari hulu ke hilir. Ini penting agar ketahanan pangan kita tidak rapuh ketika pasokan dari luar terganggu,” tegas Noor Fazariah.
Ia juga mendorong adanya langkah konkret dalam program intensifikasi dan modernisasi sektor pertanian, yang menurutnya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Pendekatan tersebut harus dibarengi dengan penyediaan akses pembiayaan yang terjangkau, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan terhadap perluasan pasar bagi produk pertanian lokal.
“Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk melindungi lahan pertanian dari alih fungsi. Regulasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus diperkuat, dan petani perlu diberikan insentif agar tetap produktif,” tambahnya.
Noor Fazariah menegaskan komitmen Fraksi Golkar untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kedaulatan dan kemandirian pangan di tingkat daerah. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah strategis dalam menciptakan ketahanan ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post