PALANGKA RAYA – Kalangan legislator Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong agar pemerintah setempat dapat menerbitkan aturan yang mampu mengatur sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat khususnya penambang dan peladang. Sehingga keberadaan aturan itu benar-benar memihak masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid, yang menyebutkan hingga saat ini aksi penambangan illegal kerapkali menimbulkan polemik di wilayah setempat. Ditambahkannya aturan terkait larangan aksi penambangan ilegal kerap berbenturan dengan aspek sosial masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil tambang.
“Selama ini, aturan yang ada itu hanya melarang adanya penambangan ilegal, tapi tidak dibarengi dengan adanya solusi bagaimana supaya masyarakat itu bisa bertahan hidup. Sedangkan kita tahu bahwa, masyarakat yang ada di pelosok itu sulit untuk mencari pekerjaan, sehingga terpaksa melakukan penambangan illegal,” ucapnya, Rabu, 26 April 2023.
Tidak sampai di situ, ternyata masyarakat selama ini berupaya untuk beralih profesi dari penambang ilegal menjadi peladang. Namun hal ini ternyata sama sulitnya, karena adanya larangan membakar lahan menjadi hambatan lain yang dihadapi oleh masyarakat.
“Dengan berladang, masyarakat bisa merasakan hasilnya dengan jangka waktu 5 sampai 6 bulan. Belum lagi adanya hambatan lain, mulai dari terbentur aturan membakar lahan, keterbatasan modal, dan lainnya. Tapi, dengan menambang, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan lebih cepat. Permasalahan ini perlu menjadi perhatian dari pemerintah untuk ditangani,” bebernya.
Lebih lanjut Achmad Rasyid menyebutkan, pemerintah dalam hal ini dapat memberikan solusi seperti wilayah pertambangan rakyat (WPR), namun hal ini ternyata menghadirkan kendala tersendiri pasalnya untuk mengurus izinnya saja masih sulit, bahkan masyarakat sendiri bingung untuk mengurus perizinan WPR.
“Oleh karenanya, kami sangat berharap agar kebijakan pemerintah bisa berpihak pada masyarakat, sehingga masalah penambangan illegal di wilayah Kalteng ini bisa ditangani dengan baik dan optimal,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post