PALANGKA RAYA – Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara (IKN) tentunya secara tidak langsung akan menaikkan nilai jual lahan di sejumlah wilayah yang berdekatan. Melihat kondisi, kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran harga lahan dan tanah yang tinggi dan menjualnya.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, M Sriosako yang menilai bahwa lahan dan tanah yang dimiliki masyarakat lebih baik dikelola menjadi lahan produktif. “Dalam hal ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan tersebut untuk berkebun ataupun beternak. Mengingat Kalteng sendiri menjadi wilayah penyangga bagi pemenuhan kebutuhan IKN kedepan,” ujarnya, Jumat 8 April 2022.
Sriosako menambahkan wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai IKN baru Indonesia tengah gencar melakukan pembangunan. Tentunya wilayah ini akan dilirik para investor yang akan membangun kawasan elit seperti mall, perumahan, perkantoran swasta dan lain-lain. Tidak menutup kemungkinan Kalteng akan terkena imbas dijadikan alternatif pembangunan kawasan yang sama, sebab wilayah Kalteng yang berdekatan dengan Kalimantan Timur sebagai IKN.
“10 atau 20 tahun kedepan untuk memiliki lahan yang berdekatan dengan IKN pasti akan sulit karena kawasan ini nantinya akan menjadi kawasan perkotaan. Maka dari itu jangan sampai masyarakat menjual lahan dan tanah yang dimiliki meski ditawar dengan harga tinggi,” imbaunya. Dia mengatakan, masyarakat harus dapat berkaca dari berbagai pengalaman daerah-daerah di Indonesia bahkan luar negeri yang mengalami kemajuan perkembangan wilayahnya.
Ada begitu banyak penduduk lokal yang terpinggirkan akibat tidak memikirkan masa depan bahwa wilayah tempat asetnya berada akan berkembang dan maju. “Yang kita ingin masyarakat lokal bisa bertahan di wilayah perkotaan dan bersaing, tidak malah terpinggirkan. Ada baiknya jika memiliki aset lahan dan tanah dipertahankan serta dikelola,” tutupnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post