PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati mengapresiasi kinerja pemerintah yang terus berusaha menekan angka penyebaran Covid-19 di indonesia. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendistribusikan vaksin ke seluruh wilayah Indonesia, salah satunya Kalteng yang menerima 14.680 dosis vaksin.
“Sebagai anggota masyarakat maupun sebagai anggota dewan yang membidangi kesehatan, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke Kalimantan Tengah,” ucapnya, Rabu 6 Januari 2020.
Politisi Partai Gerindra ini juga menambahkan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya terkait distribusi vaksin kepada pemerintah provinsi. Menurutnya pemprov dalam hal ini Dinas Kesehatan telah memiliki petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk mendistribusikan vaksin kepada penerima.
Namun ia menekankan diperlukan kehati-hatian extra saat melakukan vaksinasi. Menurut Kuwu ada baiknya sebelum menerima vaksin, calon penerima di swab terlebih dahulu untuk memastikan bahwa si penerima dalam keadaan sehat.
“Harus dipastikan bahwa orang yang menerima vaksin ini sehat, dan memang di prioritaskan untuk menerima vaksin. Saya sih melihatnya pada pengalaman pemberian vaksin bagi anak seperti vaksin polio, rubela, campak, hepatitis yang mewajibkan anak-anak dalam kondisi sehat, tidak boleh batuk pilek. Begitu pula pada pemberian vaksin Covid diharapkan diberikan kepada calon penerima yang memang sehat, untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apabila diberikan pada orang sakit,” jelasnya.
Dengan adanya vaksin, Kuwu menyebutkan bahwa ini menjadi harapan baru bagi seluruh masyarakat dalam memerangi pandemi Covid-19. Namun walaupun demikian ia meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Selama menghadapi pandemi disebutkannya banyak kebiasaan yang berubah, karena harus menyesuaikan keadaan di masa pandemi.
“Ada banyak kebiasaan baik yang tidak bisa kita lakukan selama masa pandemi, seperti jabat tangan yang selalu kita lakukan saat bertemu atau menyapa seseorang serta silaturahmi antar keluarga dan kerabat yang tidak bisa kita lakukan saat hari raya,” sebutnya.
Ia mengajak seluruh pihak dengan penuh harapan dan semangat saling bekerjasama antar masyarakat dan pemerintah bersatu padu bagaimana caranya untuk menggunakan momen vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19.
“Upaya memutus mata rantai penyebaran ini tidak dapat berjalan sendiri, vaksin datang tapi kita malah mengabaikan protokol kesehatan. Harusnya dengan kedatangan vaksin malah menambah semangat kita untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan memutuskan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)




















Discussion about this post