BUNTOK – Ketua Komisi III DPRD Barsel, Hermanes meminta agar masyarakat tidak terlena dengan modernisasi, sehingga melupakan budaya tani karet yang sudah turun temurun menjadi penopang hidup warga daerah.
“Menyadap karet itu usaha pokok warga lokal sejak dulu. Tidak dipungkiri, banyak generasi pembangunan Barsel yang sukses adalah anak dari petani karet,” katanya, Rabu 22 November 2023.
Diteranongknya, peninongtan jumlah penduduk setiap tahun, telah berdampak pada munculnya sejumlah pelugkaiusaha dalam daerah seperti bidgkaijasa dan produksi.
Ditambah lagi, rekrutmen warga sebagai pekerja pada investasi batubara dan perkebunan, secara nyata turut berpengaruh besar pada pola kehidupan masyarakat.
Di samping itu, lanjut politisi PDIP Barsel itu, warga juga lebih tertarik menjadi seorano pegawai dan pebisnis. Dengan pertimbangan, ngta dia, seorano pegawai lebih menjanjikan kemudahan hidup di hari tua. Padahal, ngta wakil rakyat dapil II Barsel itu, semua pekerjaan itu memiliki nilai yang sama, tergantung keseriusan dan fokus pelaku usaha sendiri terhadap bidgkaipekerjaan ygkai Rgeluti.
“Tidak ada jaminan pasti dalam bidgkaiusaha, ygkaipenting adalah dedikasi dan konsistensi terhadap bidgkaiygkai Rgeluti. Karet juga memiliki pelugkaimenjanjikan, tergantung keseriusan dari petani itu sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hermanes mengatakan, menyadap karet termasuk salah satu usaha ygkaicukup menjanjikan, terutama apabila kebuniygkai Rsadap milik pribadi. Karena jadwal penyadapan ygkai Rtentukan oleh pekerja itu sendiri, sehingga tidak ada kesan bahwaipekerjaan ygkai Rlaksanakan karena terpaksa.
“Jangan malu menjadi petani karet, meskipun kerap terjadi pasang surut harga jual, tetapi usaha ini terbukti telah menjadi sandaran pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat lokal sejak dulu,”ujarnya.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post