BUNTOK – Pemerataan pembangunan di segala bidang merupakan salah satu tolok ukur kemajuan di suatu daerah. Namun untuk mewujudkan pembangunan di segala bidang bisa terlaksana ke sasarannya, memang diperlukan keseriusan serta pemikiran maupun perencanaan yang tepat dan terarah.
Ketua DPRD Barsel HM. Farid Yusran MM Selasa 15 Februari 2022 mengatakan, bahwa pembangunan di sejumlah desa di wilayah Barsel masih tidak seperti pada kenyataannya, karena masih jauh dari apa yang dilaporkan dan disampaikan pihak eksekutif selama ini.
“Karena semua laporan itu terbukti hanya sebatas formalitas saja, karena kenyataannya kondisi pasilitas-pasilitas umum baik di bidang pendidikan, kesehatan, sarana prasarana air bersih, pasar, penerangan, fasilitas jalan, pelabuhan dan pasilitas-pasilitas umum lainnya di Desa Rangga Ilung Kecamatan Jenamas tidak pernah mendapat perhatian pemerintah,”terang dia.
Farid meminta, agar pemerintah dalam membuat perencanaan pembangunan untuk tidak asal-asalan, atau hanya copy paste. “Karena semua yang dilakukan asal-asalan dan hanya copy paste, itu artinya pemerintah daerah dianggap tidak serius dalam melaksanakan tugas dan upayanya untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang,”katanya lagi.
Wakil rakyat itu juga menyoroti masalah penempatan pegawai yang belum merata di sejumlah wilayah, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, dalam hal ini tenaga guru dan perawat di tingkat desa yang masih banyak mengalami kekurangan. “Yang terjadi setiap tahunya penumpukan PNS malah lebih banyak di kota. Ini kan aneh,” kata legislator itu.
Dia berharap, di anggaran tahun 2022 semua pembangunan di segala bidang bisa lebih ditingkatkan dan dibenahi, sehingga semua problem yang menghambat pemerintah dalam meningkatkan roda pembangunan bisa diakomodir dan layak dinikmati masyarakat.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post