SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit akan menerapkan Rekam Medik Elektronik (RME) dengan Sistem Informasi Manajemen Genetik Open Source (GOS) Versi 2 (V2). Ditargetkan pada awal tahun 2025 penerapan sistem tersebut 100 persen dilakukan.
“Target kami awal tahun 2025 bisa berjalan 100 persen. Dalam tiga bulan kedepan ini masih trial error,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD dr. Murjani Sampit dr. Sutriso, Rabu, 28 Agustus 2024.
Diungkapkan, tiga bulan kedepan pihaknya masih melakukan uji coba atau trial error dan terus melakukan penyesuaian terhadap sistem GOS V2.
Kemudian, dua bulan berikutnya terus melakukan penyesuaian dengan sistem terbaru GOS V2 sambil melalukan pembenahan dan pemenuhan sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi dan mengevaluasi beberapa kendala di lapangan.
“Untuk saat ini kami masih memakai dua sistem, sistem SIM GOS V1 masih berjalan sedangkan GOS V2 masih sekitar 60 persen, masih berupa dummy belum bisa diakses 100 persen,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sutriso menjelaskan untuk mendapatkan akses penuh dalam SIM GOS V2, RSUD dr Murjani Sampit dituntut harus menginput seluruh data layanan yang dilaporkan dalam RL 5 dan dikirim melalui email ke Kemenkes.
Kemudian untuk pelaporan RL 5 ini tidak ada batas tenggat waktunya, tetapi semakin lambat melaporkan data layanan ke RL 5, maka semakin lambat pihaknya mendapatkan sistem GOS V2 secara penuh.
“Ini juga akan menyulitkan tenaga kerja kami, karena harus menginput data layanan ke dua sistem GOS 1 dan GOS 2,” ujarnya.
Namun, apabila data layanan sudah diinput ke dalam RL5 dan segera dilaporkan ke Kemenkes. Maka, Kemenkes akan melakukan asesmen dan analisis.
“Kalau dilihat dari laporan yang disampaikan ke dalam RL 5 itu sudah bisa dijalankan sesuai ketentuan, maka Kemenkes akan memberikan akses penuh 100 persen untuk penerapan SIM GOS V2,” demikian ucapnya.
(dev/matakalteng)






















Discussion about this post