PALANGKA RAYA – Seorang pria berinisial AI (32) harus kembali mendekam di balik jeruji besi, akibat diduga melakukan penipuan dengan berpura-pura sebagai petugas pangkalan gas elpiji.
“Benar, kami telah mengamankan seorang residivis yang diduga melakukan penipuan di 14 lokasi berbeda di Kota Palangka Raya,” kata Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, pelaku ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Bukit Raya, Kecamatan Jekan Raya, setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan para korban.
Dalam menjalankan aksinya, AJ mendatangi warung milik warga di Kelurahan Langkai dan menawarkan gas elpiji 3 kilogram dengan harga lebih murah dari pasaran.
Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengajak mereka ke salah satu pangkalan elpiji resmi dan berperan seolah-olah bagian dari pengelola pangkalan tersebut.
“Setelah korban percaya, pelaku meminta uang tunai sebesar Rp1.500.000 dengan alasan untuk pembelian 20 tabung gas,” ujarnya.
Setelah menerima uang, pelaku menyuruh korban pulang dengan janji tabung gas akan diantar kemudian.
Namun, gas yang dijanjikan tidak pernah dikirim. Saat korban mengonfirmasi ke pihak pangkalan yang sempat didatangi, ternyata pengelola tidak mengenal pelaku.
“Kasus ini terungkap setelah salah satu korban mengunggah pengalamannya di media sosial. Dari situ, korban lain mulai bermunculan dan melapor karena mengalami modus serupa,” jelas Iyudi.
Polisi mencatat sedikitnya 14 orang menjadi korban sejak 2025 hingga awal 2026, dengan total kerugian mencapai Rp11.815.000.
Dari hasil pemeriksaan, uang hasil penipuan tersebut digunakan pelaku untuk bermain judi online serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Atas perbuatannya, AJ yang diketahui merupakan residivis kini dijerat Pasal 492 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa empat tabung gas elpiji 3 kilogram, satu unit sepeda motor, dan satu unit telepon genggam.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban dengan modus serupa agar segera melapor ke Polsek Pahandut, karena kemungkinan jumlah korban masih bisa bertambah,” tutup Iyudi.
(rzl/matakalteng)






















Discussion about this post