SAMPIT – Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah kosong di Jalan Sukabumi, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB, diduga kuat disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Dalam waktu singkat, petugas sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
“Kurang lebih lima menit setelah laporan kami terima, petugas sudah berada di lokasi. Proses pemadaman juga berlangsung cepat, sekitar lima menit api sudah berhasil dikendalikan,” ujar Akhmad Taufik saat ditemui di lokasi kejadian, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, rumah yang terbakar merupakan milik warga bernama Toto dengan ukuran bangunan sekitar 5×6 meter dan berkonstruksi kayu. Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak ditempati atau dalam kondisi kosong.
“Rumah itu sudah lama kosong, hampir 20 tahun ditinggalkan. Pemiliknya bernama Toto. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat korsleting listrik,” jelasnya.
Dalam upaya pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim menurunkan empat unit armada. Proses pemadaman juga dibantu oleh armada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah relawan pemadam kebakaran.
“Kami turunkan seluruh armada yang tersedia, ada empat unit, dibantu BPBD dan relawan. Kami berupaya memberikan pelayanan cepat dan prima kepada masyarakat,” ungkap Taufik.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Hal ini disebabkan kondisi bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat melalap rumah tersebut.
“Kerugian material diperkirakan sekitar Rp50 juta karena konstruksi bangunan kayu. Ada juga rumah di sekitar yang terdampak hawa panas dari profil tank yang terbakar,” bebernya.
Selain kerugian materi, dalam kejadian ini juga terdapat seorang warga yang mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena seng saat membantu proses pemadaman. Namun korban telah mendapatkan penanganan medis dari petugas ambulans di lokasi.
Taufik pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya bagi pemilik rumah yang tidak ditempati dalam waktu lama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki rumah kosong agar memastikan aliran listrik benar-benar dimatikan. Jika masih aktif, mohon dititipkan pengawasannya kepada tetangga agar dapat dikontrol, sehingga tidak menimbulkan risiko kebakaran,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan masyarakat yang turut membantu serta cepat melaporkan kejadian tersebut ke markas pemadam kebakaran di Jalan S. Parman.
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih kepada relawan dan masyarakat yang sigap membantu serta cepat melaporkan kejadian ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 22 Kelurahan Baamang Hilir, Rahmat, membenarkan bahwa rumah tersebut sudah lama kosong dan pemiliknya telah meninggal dunia.
“Pemilik rumah bernama Toto sudah lama meninggal. Rumah itu sempat ditempati anaknya, tapi karena sudah berkeluarga, anaknya tinggal di tempat lain. Jadi rumah ini dibiarkan kosong sudah cukup lama, mungkin puluhan tahun,” kata Rahmat.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post