SAMPIT – Kondisi kawasan Terowongan Nur Mentaya di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin hari semakin memprihatinkan. Selain tampak kumuh, suasana di kawasan tersebut juga diwarnai oleh kebisingan musik dari sejumlah warung karaoke yang dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pantauan langsung di lapangan pada malam hari menunjukkan bahwa suara musik dari berbagai warung karaoke di lokasi tersebut terdengar sangat nyaring, bahkan hingga puluhan meter ke pemukiman warga. Suara dentuman bass terdengar jelas, meski warga sudah berada di dalam rumah dengan pintu tertutup.
Kondisi ini dikeluhkan oleh banyak pihak, termasuk pengunjung dari luar daerah. Salah satunya adalah Walid, seorang wisatawan domestik yang sedang berkunjung ke Sampit.
“Sangat tidak nyaman melihat suasananya. Apakah memang selalu seperti ini? Musik dari kiri kanan menyala bersamaan, tempat karaoke saling berdempetan. Menurut saya, ini tidak bagus, apalagi ini kawasan kota,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Isla, warga yang tinggal di sekitar terowongan tersebut. Ia mengaku sering merasa terganggu saat hendak beristirahat, terlebih pada malam minggu.
“Hendak tidur pun susah karena suara musik nyaring. Kadang-kadang lewat dari jam istirahat pun masih menyetel musik kencang. Kalau malam minggu lebih ramai lagi,” keluh Isla.
Lebih jauh, dari informasi yang dihimpun, di lokasi tersebut juga diduga terdapat aktivitas karaoke yang menyediakan jasa pendamping wanita atau dikenal dengan istilah “kopi pangku”. Keberadaan wanita penghibur ini makin memperburuk citra kawasan yang sejatinya berada di kota Sampit yang menjadi ikon baru Bumi Habaring Hurung ini.
Tak hanya itu, beberapa warung karaoke yang beroperasi di sana disinyalir tidak memiliki izin resmi. Mereka juga mematok tarif yang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk empat lagu.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post