SAMPIT – Pihak Kepolisian Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah menerima laporan dari seorang pemuda berinisial DK (19) yang menjadi korban pengeroyokan di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) Gpool yang terletak di Jalan Bengkirai, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Laporan tersebut dibuat DK usai menjadi korban pemukulan pada Rabu, 4 September 2024, sekitar pukul 02.00 WIB, hanya satu jam setelah insiden pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh kelompok pemuda tersebut. “Laporan sudah diterima,” ucap DK.
Pengeroyokan itu terjadi saat DK dan beberapa rekannya sedang menikmati permainan biliar di lantai dua THM tersebut. Seorang wanita yang merupakan bagian dari kelompok DK kemudian turun ke lantai dasar untuk menggunakan toilet.
“Saat itu saya ke toilet, lalu saya diresein oleh sekelompok pemuda yang juga berada di sana. Tidak lama kemudian, teman pria saya, DK, datang ke toilet untuk mencari saya,” ujar wanita yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.
Namun, ketika DK tiba di toilet, ia tidak sengaja bersenggolan dengan salah satu pemuda dari kelompok tersebut. Kejadian ini memicu reaksi keras, di mana DK langsung menjadi sasaran pemukulan dan pengeroyokan oleh kelompok pemuda tersebut.
Melihat DK dalam bahaya, wanita itu segera berlari kembali ke lantai dua untuk memanggil teman-teman DK dengan harapan bisa menghentikan aksi brutal tersebut. Namun, bukannya berhasil melerai, teman-teman DK justru turut menjadi korban pengeroyokan. Para pelaku tidak hanya menggunakan tangan kosong, tetapi juga benda tumpul dalam melakukan serangan mereka.
Bahkan, beberapa korban yang sudah tidak berdaya masih terus dipukul oleh para pelaku. Satpam yang berada di lokasi tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut. Menurut DK, para pelaku berjumlah sekitar 10 orang, yang membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Aksi pengeroyokan itu sempat terekam dalam sebuah video amatir yang diambil oleh salah satu teman DK. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana para pelaku menyerang seorang korban yang sudah terjatuh hingga tersungkur di lantai. Para pelaku juga terdengar melontarkan ancaman-ancaman verbal selama pengeroyokan berlangsung.
Setelah insiden tersebut, DK bersama teman-temannya langsung menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotawaringin Timur untuk melaporkan kejadian itu. DK juga sudah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian dan menjalani visum di RSUD dr. Murjani Sampit guna melengkapi laporan.
“Kami berharap polisi dapat segera menangkap para pelaku yang tidak dikenal ini, terutama dengan bantuan rekaman video amatir dan rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian,” ujar DK saat dikonfirmasi. Dugaan sementara menyebutkan bahwa para pelaku pengeroyokan berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksi kekerasan tersebut.
Minuman keras itu diduga dijual di lokasi THM tanpa izin resmi, yang mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa insiden kekerasan sering terjadi di tempat tersebut. Kesaksian warga sekitar juga menguatkan dugaan ini, mereka menyatakan bahwa perkelahian di lokasi tersebut bukanlah hal yang baru.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius. Kejadian ini kembali menyoroti masalah keamanan di tempat-tempat hiburan malam yang sering kali menjadi lokasi terjadinya tindak kekerasan.
Sementara itu pihak Kepolisian Polres Kotim saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait dengan insiden Pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok pemuda tersebut.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post