SAMPIT – Saat asik nonton TV pria di Jalan Iskandar 30, Gang Rahim 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Amit (30), Tiba-tiba diserang oleh Sabri (40) menggunakan tombak. Namun, beruntung korban cepat menghindar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun langsung wartawan ini dari korban, percobaan penganiayaan tesebut terjadi pada Minggu 19 Mei 2024 siang.
Menurut Amit, kejadian berawal saat ia sedang menonton televisi di rumahnya. Namun, pria yang menurutnya bernama Sabri (40) datang dan secara tiba-tiba langsung menyerang dengan menggunakan tombak (mata satu).
“Saya saat itu sedang tidur sambil nonton TV, tapi Sabri tiba-tiba datang langsung menombak saya, cuman saya berhasil menghindar. Tombaknya itu mata satu,” ucap pria bertato itu kepada wartawan ini, Rabu, 22 Mei 2024.
Walaupun berhasil menghindar korban mendapatkan luka dibagian wajah, karena terkena patahan kayu saat pelaku menombaknya tesebut. Beruntung, warga sekitar yang mendengar keributan langsung datang dan melerai perselisihan tersebut.
“Luka dibagian wajah, karena patahan kayu,” bebernya.
Dikatakannya juga, bahwa saat menyerang dirinya, Sabri juga membawa tiga buah senjata tajam (pisau) yang dimana satunya disimpan didalam pinggang dan dua lainya pelaku simpan di dalam tas.
“Selain tombak, pelaku juga membawa 3 buah senjata tajam. Satunya di simpang di pinggang dan duanya di dalam tas,” bebernya.
Ia menduga bahwa Sabri ada dendam lama dengan korban, karena dulu pelaku ini pernah mau menghambur tempat jualan kakaknya. Menurut Amit, pelaku Sabri memang dikenal sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh aparat Kepolisian.
“Sudah diamankan. Mungkin ada dendam, soalnya dulu mau menghancurkan warung milik kaka saya. Orang ini (pelaku.red) memang dikenal sebagai orang yang tidak normal. Anak-anak aja sering diganggu sama dia,” bebernya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto menyatakan akan memeriksa terlebih dahulu kasus tersebut.
“Masih kami lakukan pemeriksaan,” ujarnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post