SAMPIT – Gelombang kriminalitas yang semakin marak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi sorotan dengan sejumlah jabatan strategis di Polres setempat yang kosong. Posisi penting seperti Kabag SDM, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, hingga Kanit Regident telah mengalami kekosongan selama beberapa waktu.
Tiga jabatan utama, yaitu Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, dan Kasat Lantas, sudah kosong sejak Oktober lalu, karena para pejabat tersebut mendapat tugas baru di Sumatera. Kekosongan tersebut telah berlangsung hampir tiga pekan, dengan penanganan saat ini dilakukan melalui Kapolres Kotim, AKBP Sarpani.
Meskipun konfirmasi terkait kekosongan jabatan telah dilakukan sejak 15 November 2023, Kapolres tidak memberikan jawaban dan hanya membaca pesan WhatsApp yang dikirim. Sementara itu, aksi kriminal semakin memuncak di wilayah Kecamatan Baamang, mencakup pencurian, pembobolan rumah dan penganiayaan.
Kecamatan MB Ketapang juga dilanda ketidakungkapan kasus begal payudara terhadap perempuan selama satu tahun terakhir, meskipun telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Informasi juga mencatat sejumlah kasus pencurian di kota Sampit, termasuk pencurian kendaraan bermotor, tabung gas, pembobolan warung, dan aksi balapan liar dengan perkelahian joki balap liar yang mulai bermunculan.
Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan terkait upaya penanganan dan keamanan di Kota Sampit.
Saneri, salah seorang Tokoh Pemuda, menyesalkan akan peristiwa ataupun tindakan kriminalitas yang terjadi di Kota Sampit ini. Upaya penindakan dan pengungkapan harus digenjot agar bisa meminimalisir terjadi tindakan ini.
“Semoga bisa diatasi, karena kami berharap pihak penegak hukum yang menindak ini. Kalau kami masyarakat tidak berani bila menindak. Untuk itu kekosongan yang ada di sini agar bisa diisi lagi, supaya memaksimalkan penindakan akan problem yang terjadi,” tuturnya. Selasa, 21 November 2023.
(gus/matakalteng.com)






















Discussion about this post