SAMPIT – Deni menganiaya Meli lantaran kesal kepergok berduaan dengan wanita lain di barak yang menjadi lokasi penganiayaan ini. Hal ini dikatakan korban setelah mendapatkan pengobatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit.
“Setelah saya memergokinya dengan wanita, saya langsung dianiaya. Sebelumnya saya sempat mau keluar, namun pintunya langsung dikunci,” kata Meli, Jumat, 14 Oktober 2022.
Akibat penganiayaan tersebut Meli mendapatkan beberapa luka akibat senjata tajam, yakni dibagian leher, perut, dada dan bahu bagian kanan serta kiri. Korban juga mendapatkan luka lebam di sekujur tubuhnya.
Sementara itu menurut salah seorang tetangga korban yang enggan disebutkan namanya menduga area tersebut sudah dibersihkan oleh pelaku. Sebab dilokasi hanya ditemukan sedikit noda percikan darah, dan plastik hitam yang ditemukan di atas meja dapur berisi tisu berdarah.
“Di lokasi saya melihat cuman hanya percikan darah saja. Tidak mungkin luka sebanyak itu tidak ada darah apalagi korban mengalami luka robek yang besar di bagian belakang kepala. Mungkin sudah dibersihkan pelaku,” ungkapnya.
Dikatakan juga, pasangan kekasih ini memang kerap kali ribut. Sehingga tetangga korban tidak mau ikut campur.
(gus/matakalteng.com)






















Discussion about this post