SUKAMARA – Seorang remaja di Kecamatan Sukamara, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri lantaran tidak mendapatkan uang dari ortu atau orangtuanya. Remaja 17 tahun ini ditemukan sudah tidak bernyawa pada Rabu 13 Oktober 2022 malam sekira pukul 18.10 WIB. Hasil visum yang dilakukan di RSUD Sukamara ditemukan tanda-tanda khas kematian akibat gantung diri.
Kapolres Sukamara AKBP Dewa Made Palguna melalui Kepala Polsek Sukamara IPDA Agus Setiawan menyebutkan kronologis kejadian bermula saat remaja ini meminta uang kepada ayah tirinya sebesar Rp 20 ribu. “Saat itu, si ayah mengaku tidak memegang dan punya uang dan menyarankan meminta kepada ibunya yang saat itu sedang pergi memancing ikan,” ujar Agus Setiawan saat dikonfirmasi, Kamis 13 Oktober 2022.
Namun, lantaran tidak dapat uang yang diminta dari ayahnya remaja ini pulang ke rumah sembari emosi. Malam harinya saat ayahnya menjemput istrinya yang pergi memancing dan lewat samping rumah yang ditempati remaja tersebut, terlihat jendela kamar rumah masih terbuka. “Setelah dilihat ke dalam ternyata anaknya nampak duduk bersimpuh dengan leher terikat seutas tali ayunan yang ada di dalam kamar depan rumah tersebut,” terangnya.
Dijelaskannya, Agus Setiawan, bahwa remaja dan orang tuanya tidak tinggal bersama, tetapi hanya bersebelahan saja. Remaja tersebut tinggal sendiri dan ke rumah orangtuanya ketika ingin makan atau ada kepentingan lain saja. “Melihat kejadian itu ayah korban sempat masuk ke dalam rumah untuk memastikan apakah duduk bersimpuh biasa atau memang tergantung,” ucap Agus Setiawan.
Setelah mengetahui anak tirinya sudah tidak bernyawa lagi, ia langsung meminta bantuan tetangga dan menghubungi ke Polsek Sukamara. Sesampai di TKP, personel mendapati seseorang menggantung diri. “Kemudian anggota Polsek Sukamara beserta anggota piket Fungsi Polres Sukamara langsung melakukan olah TKP serta membawa jenazah ke RSUD Sukamara untuk dilakukan visum,” pungkas Agus Setiawan.
(akh/matakalteng.com)






















Discussion about this post