SAMPIT – Tersangka pencuri belasan ponsel merek iPhone, Zaini berdalih nekat mencuri lantaran ingin mengirimi uang untuk orangtua di salah satu desa yang berada di Jawa Timur (Jatim).
“Rencananya uang hasil penjualan hp mau saya kirim ke orangtua yang ada di kampung, di Desa Gangsangan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang,” kata tersangka saat berada di Polsek Ketapang, Sabtu, 19 Agustus 2021.
Zaini menceritakan, awalnya dirinya tidak ada niatan untuk mencuri. Ke PPM hanya untuk bertemu temannya. Namun niat mencuri muncul saat dirinya tiba di PPM. Lantaran pria berperawakan kurus ini melihat pintu masuk kawasan kios tidak terkunci. Meski dikawasan tersebut dijaga beberapa orang Satpam, ia masuk tanpa terlihat oleh seorang pun.
“Waktu masuk, keadaannya sepi dan gelap. Saya menggunakan korek api gas sebagai penerangannya. Kebetulan melihat ada gembok yang tidak dikunci, saya coba melepasnya dan terbuka,” sebut Zaini.
Dirinya pun masuk ke dalam iPhone Reactor tersebut dan langsung menggasak belasan iPhone berbagai tipe. Setelah berhasil, lelaki yang tidak memiliki kartu identitas atau KTP ini melarikan diri ke rumah yang disediakan bosnya di belakang gedung eks Golden.
“Beberapa kotak hp saya buang ke sungai Mentaya untuk menghilangkan jejak. Setelah itu saya pulang ke rumah,” terangnya.
Dirinya tidak menyadari tindakannya tersebut terekam kamera pengintai. Rekaman hasil CCTV tersebar dibeberapa jejaring media sosial. Sehingga ada warga yang mengenali wajah tersebut dan melaporkannya ke aparat kepolisian setempat.
“Terimakasih untuk warga yang sudah membantu menginformasikan keberadaan tersangka, sehingga kami dengan mudah dan cepat menangkapnya,” kata Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri mewakili Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin.
Polisi berpangkat tiga balok emas ini mengimbau para pedagang maupun seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati.
“Pastikan semua pintu terkunci aman sehingga oknum yang ada niatan melakukan kejahatan tidak bisa melancarkan aksinya. Kejahatan itu muncul bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” tutur Samsul.
(dia/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post