SAMPIT – Kecelakaan laut yang di alami oleh kapal KLM Armada Bahari Mulya pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2020, membuat 6 korban terombang-ambing di tengah laut menunggu datangnya pertolongan.
Salah seorang crew atau awak kapal KLM Armada Bahari Mulya, M Ishak menceritakan, kemarin pihaknya berangkat dari Gresik tanggal 14 Desember 2020, dimana tanggal 15 cuaca masih bagus. Setelah tanggal 16 baru datang badai yang menghantam kapal.
“Kurang lebih 2,5 meter tinggi ombaknya. Kami berusaha membelakangi ombak agar mengurangi goncangan, tetapi air tetap juga semakin bertambah masuk dari samping dan belakang,” ujar Ishak, Senin 21 Desember 2020.
Lanjutnya, semua pompa sudah dikerahkan namun air semakin bertambah, hingga akhirnya pihaknya yakni 6 awak kapal meninggalkan kapal dan naik ke atas rakit. Dimana pukul 09.00 WIB kapal sudah tenggelam saat mereka sudah tidak di dalam kapal lagi.
“Kurang lebih 27 jam kami berada di atas rakit terombang-ambing di lautan, hingga akhirnya ada kapal yang datang menyelamatkan, di atas rakit itu kita dihempas oleh ombak beberapa kali,” sebutnya.
Menurutnya, kalau ada ombak yang datang mereka semua terlempar ke luar rakit dan harus berenang, namun setelah itu mereka kembali lagi naik ke atas rakit. Begitu seterusnya kalau ada ombak.
“Sekitar hari Kamis 17 Desember 2020 pukul 14.00 WIB ada kapal lewat dan bertujuan ke Sampit dari Kendal, kapal itulah yang akhirnya menolong kami. Itu perusahaan kayu lapis, jadi hanya sampai di muara saja. Setelah subuh hari Jumat kami di jemput kapal nelayan sampai ke Ujung Pandaran. Kemudian dari Ujung Pandaran naik mobil ke Sampit,” ungkap Ishak.
Lebih lanjut ujarnya, kondisi kesehatan mereka setelah terombang-ambing 27 jam di lautan semuanya lemas, karena tidak ada makanan dan hanya ada mie mentah.
“Mie mentah itu yang kami makan sedikit-sedikit. Kami sudah berusaha minta tolong melalui radio, namun tidak ada respon. Kapal yang menolong kami itu hanya kebetulan lewat dan melihat kami dari dekat, kalau kapal itu jauh pasti juga tidak akan melihat kami karena ombak saat itu masih tinggi,” bebernya.
Dari keterangannya, kapal KLM Armada Bahari Mulya tenggelam di sekitar Selatan Pangkalan Bun di Tanjung Putri, dimana mereka bertujuan ke Kalimantan Barat membawa pupuk.
“Kami sudah sempat pasrah saat di lautan, karena dengan kondisi cuaca buruk jarang ada nelayan dan kapal-kapal lain yang lewat. Seandainya tidak kapal yang lewat kemarin kami tidak tahu bagaimana keadaan kami sekarang,” ujarnya. Meski ujarnya, kalau malam kadang ada kapal yang lewat, namun sangat jauh dari rakit mereka sehingga tidak bisa dimintai pertolongan.
“Kami tidak menyangka sama sekali akan selamat. Karena cuaca seperti itu bisa membuat kami terlempar dari rakit dan terpisah. Beruntungnya kami masih bisa terus kembali ke rakit saat terlempar. Padahal saat itu cuaca sangat buruk, pada siang hari pun keadaan tetap gelap karena cuaca buruk,” jelas Ishak.
Sementara itu Direktur Pandawa Rahmat Utama Muhammad Rasyid yang menolong mereka sesampainya di Sampit mengatakan, karena yang menolong ini kapal dari Sampit dan dirinya kenal dengan yang punya kapal tenggelam tersebut sehingga menolong ke 6 crew kapal tersebut.
“Dia menelpon saya dan minta tolong agar membantu crewnya karena yang menolong kapal yang menuju ke Sampit. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan saya, saya hanya menolong karena ownernya teman saya,” bebernya.
Sedangkan dari kesehatan menurutnya, ke enam crew ini kemarin sudah di cek oleh KKP Sampit dan dinyatakan sehat semua. Kemudian juga sudah di Rapid Test dan dinyatakan negatif Covid-19 semuanya.
“Langkah selanjutnya setelah laporan resmi ke Syahbandaan mereka semua di pulangkan ke rumah masing-masing. Untuk urusan mereka dengan owner kapal saya tidak tahu, saya hanya menolong mereka disini dan memulangkan,” ujarnya.
Rencananya pemulangan menunggu jadwal kapal ke Semarang. Dimana selama di Sampit 6 crew kapal ini tinggal di kantor milik Muhammad Rasyid. “Dan nanti kapten ke KSOP untuk melapor secara resmi kronologis dan lainnya,” demikian Rasyid.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post