SUKAMARA – Muncul isu di media sosial yang menyatakan bahwa Penjabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana berpihak pada pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara 02 pada debat publik pertama Pilkada Sukamara yang disiarkan langsung oleh Metro TV pada 27 November 2024 lalu.
Isu tersebut menyatakan bahwa keberpihakan Pj Bupati Sukamara terlihat pada pengguna baju batik dengan warna yang sama dengan baju batik yang dikenakan oleh paslon tertentu saat menghadiri undangan debat publik pertama tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Rendy Lesmana dengan tegas mengungkapkan jika dirinya saat menghadiri debat publik bupati dan wakil bupati Sukamara menggunakan baju batik khas Kalteng yaitu Benang Bintih warna merah maroon dan tidak ada kaitannya dengan pakaian batik salah satu paslon pada debat publik pertama Pilkada Sukamara.
“Perlu saya sampaikan, setiap saya ada kegiatan keluar daerah, saya selalu ingin membawa citra dan khas dari provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Sukamara, sehingga saya selalu menggunakan batik khas Kalteng atau khas Kabupaten Sukamara,” ucap Rendy Lesmana.
Rendy Lesmana juga menegaskan jika penggunakan batik khas Kalteng dan khas Kabupaten Sukamara dalam setiap kegiatan ditingkat nasional adalah upaya untuk mempromosikan budaya yang Provinsi Kalimantan Tengah dan Bumi Gawi Barinjam melalui pakaian batik.
“Justru saya berterimakasih, seandainya ada salah satu Paslon yang saat itu kebetulan sama (warna baju batik) dengan apa yang saya gunakan. Mungkin saja salah satu paslon itu menyamai saya, tapi itu mungkin loh ya, dan saya berterimakasih karena salah satu paslon menggunakan batik khas Sukamara saat debat publik yang disiarkan langsung dan disaksikan secara nasional,” terang Rendy Lesmana.
Selain isu Keberpihakan Pj Bupati Sukamara terkait penggunaan baju batik dengan warna yang sama, Rendy Lesmana juga diisukan mendapat fasilitas hotel yang sama dengan paslon 02 saat menghadiri debat publik tersebut.
Rendy Lesmana menjelaskan, fakta yang sesungguhnya adalah kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati mendapatkan fasilitas hotel bintang 5 dari Metro TV, hal itu sesuai dengan kontrak penyiaran debat publik yang diselenggarakan oleh KPU Sukamara dimana seluruh Paslon menginap di Hotel Pullman Thamrin CBD, Jakarta.
“Sementara saya bersama ajudan menginap di hotel dibawah bintang 5 yaitu Luminor Hotel Pecanongan Gambir, Jakarta Pusat sehingga tidak ada kaitannya dengan kedua paslon yang juga diisukan,” tegas Rendy Lesmana.
Rendy Lesmana kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukamara berada diposisi yang netral dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Selain itu dalam setiap kegiatan yang dihadiri dan dilaksanakan oleh Pemda Sukmara dipastikan tidak ada upaya untuk mendukung salah satu paslon dalam Pilkada Sukamara.
“Kami selalu pastikan setiap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukamara adalah netral dan tidak terkait dengan dukungan salah satu paslon,” tutup Rendy.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post