SUKAMARA – Penjabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana memantau langsung jalannya pasar penyeimbang gerakan pangan murah yang dilaksanakan di Pasar Saik, Selasa 3 September 2024.
Pasar penyeimbang atau gerakan pangan murah merupakan langkah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukamara untuk menekan laju inflasi daerah dan membuat harga pangan menjadi stabil.
“Pasar penyeimbang dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah,” ujar Rendy Lesmana.
Inflasi di Kabupaten Sukamara termasuk rendah di Kalimantan Tengah dan menduduki peringkat empat terbawah, dimana pada bulan sebelumnya, Kabupaten Sukamara berada di peringkat lima terbawah.
“Dan sekarang membaik lagi dan menjadi peringkat empat terbawah, artinya Kabupaten Sukamara masih terbaik menjaga inflasi, dan untuk komoditi, pasokan dan distribusi bahan pangan berjalan dengan baik, harga juga stabil,” jelas Rendy Lesmana.
Pada kesempatan itu, Rendy Lesmana tetap menegaskan jika Pemkab Sukamara tidak akan lengah, dan terus memantau pergerakan harga pangan dan melaporkan setiap minggunya ke kementerian perdagangan.
“Meski begitu, kita tidak boleh lengah, setiap ada komoditi tertentu yang kita pantau setiap hari berdasarkan indeks pergerakan harga yang dilaporkan di SP2KP Kementerian Perdagangan tetap dilakukan analisa jika terjadi perubahan,” jelas Rendy Lesmana.
Sementara itu, komoditi yang dijual.pada pasar penyeimbang gerakan pangan murah aca beras SPHP 5 kilogram yang dijual Rp 60 ribu minyak goreng merek minyak kita dijual dengan harga Rp 15.500 perliter, bawang merah Rp 23 ribu perkilogram, bawang putih Rp 28 ribu perkilogram dan telur Rp 50 ribu serta gula pasir Rp 17.500 perkilogram.
Untuk kegiatan gerakan pasar murah tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sukamara dengan Perum Bulog terkait beras SPHP, Minyak goreng dan telur selain itu kita juga ada kerja sama dengan petani, jadi kita juga menjualkan produk dari petani yaitu beras dari Desa Pulau Nibung dengan harga Rp 75 ribu untuk 5 kilogram.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post