SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Focus Group Discussion (FGD) III Finalisasi dokumen rancangan rencana induk dan peta jalan pemajuan IPTEK di daerah (RIPJ-PID) tahun 2025-2029 yang digelar di Aula Kantor Bappeda Sukamara.
Penjabat Bupati Sukamara Rendy Lesmana mengatakan bahwa rencana induk dan peta jalan pemajuan IPTEK di daerah merupakan wujud dari koordinasi sistem IPTEK daerah melalui konsep kolaborasi Penta-Helix (unsur pemerintahan, akademisi, pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media) yang bersinergi serta berkomitmen mendorong pencapaian target pengembangan inovasi daerah yang lebih inklusif, akseleratif dan konkret.
Menurut, Rendy Lesmana FGD sebagai salah satu tahapan dalam penyusunan dokumen RIPJ-PID, juga merupakan suatu ajang atau wahana antar pihak yang secara langsung atau tidak langsung untuk memberikan masukan dan saran perbaikan sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah terhadap rancangan RIPJ-PID Kabupaten Sukamara tahun 2025-2029.
Penyusunan rancangan RIPJ-PID ini merupakan salah satu input atau masukan dalam hal pentingnya peranan riset dan inovasi perencanaan pembangunan daerah.
“Dalam hal ini adalah momen yang tepat bersamaan dengan proses penyusunan dokumen perencanaan 5 tahunan berupa RPJMD Kabupaten Sukamara tahun 2025-2029,” kata Rendy Lesmana, Jumat 30 Agustus 2024.
“Dan dokumen RIPJ-PID akan menjadi masukan usulan riset dan inovasi untuk substansi atau program prioritas pembangunan daerah dalam dokumen RPJMD 2025-2029,” terang Rendy Lesmana.
Rendy menjabarkan diantaranya adalah pola pengembangan ekosistem riset dan inflasi untuk produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem riset dan inovasi untuk masalah utama daerah lalu penyusunan peta jalan atau road map riset dan inovasi dan rekomendasi program indikatif untuk diusulkan dalam penyusunan dokumen RPJMD Kabupaten Sukamara tahun 2025-2029.
Dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti merumuskan pola pengembangan ekosistem riset dan inovasi di daerah sangat penting untuk digunakan sebagai landasan ilmiah dalam perumusan dan penerapan kebijakan pembangunan daerah.
“Kita menyadari masih banyak masalah dan tantangan yang harus kita selesaikan, tapi juga masih banyak potensi dan kesempatan yang harus kita kerjakan. Melalui FGD ini Saya berharap bisa memulai langkah awal menuju pencapaian visi misi pembangunan yang berbasis riset dan membuahkan inovasi inovasi,” tutup Rendy Lesmana.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post