SUKAMARA – Dalam upaya untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara adalah dengan mengaktifkan kembali pos pelayanan terpadu atau Posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Sukamara Ari Junita menerangkan, jika saat ini keaktifan posyandu sudah mencapai 80 persen dari yang sebelumnya ada di angka 0 persen.
“Pengaktifan posyandu yang mulanya kita berada di nol persen berdasarkan data, tetapi kita perbaiki sekarang keaktifan posyandu itu sudah 80 persen,” kata Ari Junita, Senin 6 Februari 2023.
Ari Junita menerangkan jika peran posyandu sangat besar dalam upaya penurunan angka stunting di Sukamara, karena melalui posyandu kesehatan ibu dan anak terpantau dan sangat membantu dalam menghasilkan data-data stunting.
“Kita lihat data kita dengan aktifnya posyandu ini penyumbang penurunan prevalensi stunting cukup besar,” ucap Ari.
Dari data Dinas Kesehatan Sukamara angka prevalensi stunting Kabupaten Sukamara berdasarkan data BPGM pada 2021 sebesar 18 persen dan tahun 2022 turun menjadi 14 persen. Sementara untuk data SSGI 24,6 persen menjadi 21,8 persen.
Pemerintah Kabupaten Sukamara juga terus berupaya melakukan berbagai program dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mencapai target stunting turun 14 pada 2024.
(akh/matakalteng.com)






















Discussion about this post