SUKAMARA – Satu orang tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukamara, terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis 27 Mei 2021 sore.
Nakes sebagai Bidan di RSUD itu juga sedang hamil itu sempat mendapat perawatan intensif, namun lantaran kondisinya yang terus menurun, akhirnya dirujuk ke RSUD Imanuddin pada Kamis 27 Mei 2021 pagi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara Ari Junita membenarkan adanya Nakes di RSUD Sukamara terkonfirmasi positif dan meninggal dunia dan dalam kondisi hamil.
“Terdeteksi positif Covid-19 pada Rabu 26 Mei dengan keluhan sebelumnya mengalami sesak nafas, dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, tapi karena sedang hamil kondisi kesehatannya semakin menurun,” jelas Ari Junita, Jumat 28 Mei 2021.
Ari menjelaskan saat dirujuk ke RSUD Imanuddin Pangkalan Bun pada Kamis 27 Mei 2021 pagi kondisi pasien terus menurun dan akhirnya ibu dan bayi dalam kandungan meninggal pada Kamis sore, jenazah langsung dibawa kembali ke Sukamara dan dimakamkan secara protokol kesehatan.
“Kondisi sesak nafas sehingga membuat asupan oksigen sempat kurang dan membuat bayi yang dikandungnya juga meninggal dunia,” terang Ari Junita. Dia menjelaskan jika Nakes tersebut pada Senin 24 Mei 2021 sempat kontak dengan sesama Nakes lainnya yang merawat pasien positif di rumah sakit.
Meski bukan masuk kategori kontak erat dan berbeda ruangan, namun kondisi yang bersangkutan hamil dan rentan tertular. Apalagi memang belum dilakukan vaksinasi karena sedang hamil.
“Beda ruangan, dengan Nakes yang merawat pasien positif, karena korban di ruang VIP, tapi karena belum vaksin dan dalam kondisi hamil jadi sangat rentan sekali tertular,” ungkap Ari. “Prosesnya sangat cepat, Senin ada kontak, Selasa mengeluh sesak napas, Rabu di bawa ke rumah sakit dan Kamis sore sudah tidak ada,” tukas Ari Junita.
(akh/matakalteng.com)





















Discussion about this post