SUKAMARA – Setelah dilakukan pengobatan massal filariasis atau penyakit kaki gajah di Kabupaten Sukamara dilanjutkan dengan Survei evaluasi penularan filariasis tersebut juga dilakukan bersama Kemenenterian Kesehatan RI Subdit Filariasis, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan dibantu dari Petugas UPTD Puskesmas yang ada di Kabupaten Sukamara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Achmad Yani mengatakan ada 977 siswa SD/MI di Kabupaten Sukamara diambil darah untuk diperiksa oleh Dinas Kesehatan Sukamara dalam survei evaluasi penularan Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) Transmission Assesment Survey atau TAS II.
“Siswa yang diambil sampel darahnya merupakan siswa Kelas 1 dan Kelas 2 SD dan MI di Kabupaten Sukamara. Kami melakukan eliminasi filariasis ini di 30 SD/MI terpilih yang sudah ditentukan oleh Kemenkes RI secara acak,” kata Achmad Yani, Kamis 12 Dsember 2019.
Meski hasilnya menunjukkan negatif semua namun itu bukan berarti Kabupaten Sukamara telah bebas dari penyakit kaki gajah. “Kita akan melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu Survei TAS III yang akan dilaksanakan pada tahun 2021,” ujar Achmad Yani.
Jika hasil Survei ini positif atau melebihi dari Critical Cut Off hal itu menunjukkan pengobatan massal yang telah kita lakukan selama tidak berhasil dan harus di ulang lagi, sedangkan pengobatan massal di Sukamara sudah dilakukan sejak 2011.
“Kita juga berharap hasilnya akan negatif, sehingga kita di Kabupaten Sukamara dinyatakan bebas (Eliminasi) Filariasis,” tukas Achmad Yani.
(akh/matakalteng.com)
















Discussion about this post