KUALA PEMBUANG – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran melakukan peninjauan pembangunan rumah sakit umum milik pemerintah provinsi. Rumah sakit tersebut di bangun di kawasan Hanau, Kabupaten Seruyan. Gubernur mengatakan kesehatan adalah hal yang paling utama, karena itu RSUD ini dibangun, secara infrastruktur tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di luar negeri.
“Bangunan RSUD di Hanau ini tidak kalah dengan Rumah Sakit internasional seperti yang ada di Singapura dan Malaysia. Ini betul-betul kualitas pembangunan sangat diperhatikan termasuk sarana dan prasarananya. Pembangunannya juga diawasi oleh teman-teman dari kejaksaan, kepolisian, BPKP,” ungkap Gubernur, Selasa 10 Oktober 2023.
Pertimbangan utama pembangunan rumah sakit rujukan regional di wilayah Barat yang mencakup Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau karena alasan kedekatan dari aspek geografis, jarak tempuh dan waktu tempuh, di samping aspek kemampuan fasilitas kesehatan sehingga kepentingan keselamatan pasien menjadi pertimbangan utama.
Progres pembangunan RSUD Kelas B tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2023 dan sudah operasional di awal tahun 2024. Gubernur mengungkapkan pembangunan Rumah Sakit Hanau di Kabupaten Seruyan, sudah selesai 88%. Sebagai informasi, selain pembangunan RSUD, dibangun pula sarana prasarana penunjang lainnya seperti rumah dinas dokter dan tenaga medis serta Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 44%.
“Tahap kedua kita menyiapkan peralatan dan SDM. Doakan kami bisa meningkatkan PAD sehingga bisa naik terus tiap tahun. Mudah-mudahan tahun depan menyentuh Rp 7 Triliun lebih, di masa berkahir masa jabatan Gubernur/Wagub tahun 2024-2025 mungkin masih bisa menyentuh ke Rp 8 Triliun,” ungkapnya.
Dan pada masa jabatan diakhir Desember 2024 bisa meletakan batu pertama RS Doris yang baru. Ini supaya masyarakat Kalimantan Tengah betul-betul terlayani kesehatannya secara menyeluruh. “Ada martabat kita sesuai dengan SDA-nya, jalannya bagus, desa-desa punya listrik. Itu yang ada di angan-angan kami,” harapnya. Tapi yakinlah saya selaku Gubernur tentang kesehatan ini paling utama dalam melayani masyarakat Kalimantan Tengah.
Butuh energi yang kuat, kinerja yang kuat, serius dan punya tekad. Gubernur mengajak semua elemen berpatokan dan menghindari pungli dan korupsi supaya bisa membangun sarana dan prasarana yang memadai. “Doakan, saya juga mendoakan masyarakat Kalteng mudah-mudahan sehat semuanya. Saya yakin Kalteng lambat laun bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain, dari segi SDM, infrastuktur, dll. Kita butuh kebersamaan yg kuat, kita ambil kembali yang hilang dan kita kejar,” tandasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post