KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas meminta agar seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma) di wilayah Bumi Gawi Hatantiring agar aktif berinovasi untuk menyerap penerimaan pembiayaan di masing-masing Puskesmas.
Karena pada saat ini, hampir semua yang dikerjakan atau pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas dapat diklaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui dana non kapitasi.
“Pertama, ada dana kapitasi yang jumlahnya kurang lebih Rp5 miliar untuk Puskesmas se-Kabupaten Seruyan yang dibagi sesuai dengan jumlah kepesertaan oleh BPJS Kesehatan,” katanya, Rabu 1 Maret 2023.
Kemudian, pelayanan seperti suntik KB, pemeriksaan kehamilan dan lain sebagainya dapat dilakukan klaim tersendiri menggunakan dana non kapitasi. “Artinya itu di luar dana yang Rp5 miliar tadi, termasuk masyarakat yang melahirkan di Puskesmas, itu bisa di klaim,” ujarnya.
Maka dari itulah, dirinya menyebutkan bahwa saat ini tergantung bagaimana inovasi dari Puskesmas untuk menarik pembiayaan tersebut.
Disamping itu, pada tahun ini akan ada Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik yang langsung masuk ke rekening Puskesmas dan tidak lagi melalui Kas Daerah. Yang artinya, untuk segala kegiatan yang sifatnya preventif, promotif, pencegahan, penyuluhan, posyandu dan lain sebagainya yang dilakukan oleh Puskemas, semua kegiatan tersebut akan dibiayai oleh DAK non fisik tersebut.
“Kalau perhitungan kami, ada sekitar Rp17 miliar dana yang masuk langsung ke rekening Puskesmas. Dan semoga saja dana itu bisa membantu Puskesmas untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” harapnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post