KUALA PEMBUANG – Dalam beberapa waktu belakangan, sebagian besar wilayah Kabupaten Seruyan diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Hal ini membuat beberapa wilayah terendam banjir, begitupula dengan lahan pertanian masyarakat.
Bupati Seruyan Yulhaidir melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan Albidinnor mengatakan, adapun dampak dari terendamnya lahan pertanian masyarakat ini adalah penundaan masa pengolahan lahan.
“Jadi untuk dampaknya memang tidak terlalu signifikan, hanya pada penundaan pengolahan lahan atau masa tanam. Karena saat saat terendam inikan lahannya tidak bisa diolah,” katanya di Kuala Pembuang, Kamis 6 Oktober 2022.
Ia menjelaskan, saat ini sejatinya sektor pertanian di wilayah setempat sudah memasuki pengolahan lahan untuk masa tanam Oktober-Maret. “Tapi karena terendam, kemungkinan akan bergeser masa tanamnya seperti kemarin-kemarin juga, jadi pengolahan lahan itu mungkin akan berakhir pada November ataupun Desember mendatang,” ujarnya.
Adapun beberapa kecamatan yang lahan pertaniannya terdampak banjir tersebut seperti di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Danau Sembuluh dan terbaru adalah Kecamatan Danau Seluluk. “Hujannya hampir merata, tapi dampaknya tidak terlalu signifikan,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk tanaman pertanian lainnya yang berupa tanaman keras, buah-buah dan tanaman lainnya masih dilakukan pendataan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post