KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Yulhaidir mengungkapkan, bahwa keterbatasan alokasi anggaran menjadi kendala utama dalam penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Seruyan tahun anggaran 2022 ini.
Hal tersebut dirinya sampaikan pada saat rapat paripurna ke-10 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan masa persidangan III tahun sidang 2021-2022, dalam rangka penyampaian pidato pengantar Bupati Seruyan terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Seruyan tahun anggaran 2022.
“Terbatasnya alokasi anggaran jadi kendala kita, maka dari itulah pemerintah daerah melakukan penajaman skala prioritas pada tahun 2022 dengan rincian sebagai berikut diantaranya, reformasi birokrasi, peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan, peningkatan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan,” katanya di Kuala Pembuang, Rabu 31 Agustus 2022.
Selanjutnya adalah sinkronisasi, harmonisasi dan integrasi program penanggulangan kemiskinan, hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agroindustri, peningkatan daya saing koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Lalu ada peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar dan permukiman, peningkatan keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan pelayanan transportasi laut, peningkatan, pelestarian dan pemanfaatan keekonomian keanekaragaman hayati.
“Kemudian adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup yang menyeluruh disetiap sektor pembangunan, peningkatan daya saing kepariwisataan, peningkatan apresiasi, pelestarian dan promosi karya seni dan karya budaya, peningkatan kesempatan kerja, serta yang terakhir peningkatan kerukunan dan ketentraman,” jelasnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post