KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan Albidinnor mengungkapkan, jika jumlah pemotongan hewan kurban di Seruyan pada hari raya Idul Adha 1443 Hijriah terhitung hingga tanggal 11 Juni 2022 mencapai 696 ekor.
Ia mengatakan, jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah hewan kurban pada tahun sebelumnya yang hanya berkisar pada angka 300 ekor.
“Jadi untuk tahun ini jumlah hewan kurban kita memang mengalami kenaikan, dari tahun 2021 yang hanya 300 kini naik menjadi 696 an ekor. Adapun untuk 696 ekor hewan kurban ini sendiri terdiri dari 610 ekor sapi dan 86 ekor kambing,” katanya, Selasa 12 Juli 2022.
Sebelumnya, DKPP sudah melakukan pengecekan terhadap hewan kurban yang ada di Kabupaten Seruyan. Pengecekan tersebut khususnya untuk kesehatan, hati dan jantung hewan kurban sebelum dibagikan kepada penerima.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan kurban tahun ini, semua sapi berasal dari Kabupaten Seruyan dan tidak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah. “Sehingga, ini dapat dijadikan barometer ketersediaan sapi di Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sampai saat ini tidak ada kasus di wilayah setempat, sehingga hewan yang dikurbankan dinyatakan sehat dan aman. “Alhamdulillah belum ada indikasi, masih aman,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kabupaten Seruyan juga menerima 60 hewan kurban berupa hewan sapi dari Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dan telah bagikan ke masyarakat melalui yayasan, masjid dan mushola setempat.
Adapun rincian pembagian 60 hewan kurban tersebut diantaranya yakni 37 ekor untuk Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur serta 23 ekor untuk wilayah hulu seperti Kecamatan Hanau, Danau Seluluk, Danau Sembuluh, Batu Ampar, Seruyan Raya, Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post