PALANGKA RAYA – Penguatan perlindungan anak merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Hal ini disampaikan Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani pada acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa, 4 November 2025.
Jayani menegaskan bahwa pemenuhan hak anak harus menjadi prioritas di setiap kebijakan daerah. “Anak-anak kita bukan sekadar penerus, tetapi juga aset bangsa yang menentukan harkat serta masa depan daerah dan negara. Hak-hak mereka wajib kita lindungi secara penuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, perlindungan anak harus dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Jayani mengatakan bahwa perlindungan anak harus diwujudkan secara nyata di seluruh ruang kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat ibadah. Sejalan dengan hal tersebut, data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak setempat mencatat bahwa pada 2024 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 78 laporan. Angka ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya untuk segera ditekan melalui langkah-langkah terukur dan kolaboratif.
“Kita ingin Palangka Raya menjadi kota yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan dan anak penyandang disabilitas,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret langkah kolaborasi, kegiatan sosialisasi ini melibatkan 17 guru dari pondok pesantren serta 83 guru sekolah minggu dari berbagai gereja di Kota Palangka Raya. Jayani menyebut bahwa peran lembaga pendidikan dan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem perlindungan anak yang berkeadilan.
“Institusi pendidikan dan keagamaan memiliki andil besar dalam pembentukan karakter dan ketahanan moral anak. Dengan sinergi yang solid, kita dapat mencegah kekerasan sekaligus menyematkan nilai-nilai etika, toleransi, dan kasih sayang sejak dini,” pungkasnynya.
Jayani juga mengajak seluruh mitra dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat upaya perlindungan anak demi mewujudkan generasi yang unggul, bahagia, dan terlindungi.
(rzl/matakalteng)






















Discussion about this post