PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah bersinergi memeriahkan hari jadi Pemerintah Kota Palangka Raya pada 17 Juni dan puncaknya peringatan hari jadi ke-68 Kota Palangka Raya pada 17 Juli mendatang. Rangkaian kegiatan ini dikemas dalam keguarant Lewu Palangka Festival dan Palangka Raya Fair yang mengedepankan seni, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penjabat Sekda KotaPalangka Raya, Arbert Tombak, menyampaikan bahwa perayaan difokuskan pada momentum 17 Juli Hari Jadi Kota Palangka Raya ke – 68, sejalan dengan semangat efisiensi yang diamanatkan pemerintah pusat melalui Aslsta Cita. “Kegiatan berlangsung dengan meriah, Namun kami tetap mengedepankan efisiensi dan memperkuat program yang berdampak langsung pada ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya, Selasa 15 Juli 2025.
Festival ini melibatkan kontribusi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia melalui program CSR. Salah satunya, lewat dukungan terhadap Lewu Palangka Festival yang juga bersamaan dengan rangkaian Pesona Tambun Bungai Tahun 2025, sehingga menjadi ruang kreatif bagi Dewan Kesenian untuk menampilkan karya-karya seni lokal.
“Kami tetap memberi ruang bagi budaya Kalimantan Tengah, tanpa menutup kesempatan bagi budaya lain, termasuk musik nasional. Melalui festival ini, kreativitas seniman kita diharapkan tumbuh, dengan karya-karya yang lebih bervariasi dan tidak monoton,” jelasnya.
Rangkaian acara dimulai pada 15 Juli dengan pembukaan Palangka Fair serta Lewu Palangka Festival yang telah memasuki tahun keempat . Upacara peringatan HUT Kota digelar pada 17 Juli, sedangkan acara puncak Lewu Palangka Festival dilaksanakan pada 18 Juli.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palangka Raya, iin Hendrayati Idris, menambahkan bahwa Lewu Festival Palangka juga telah masuk dalam calendar of events kota. Selain memeriahkan HUT, festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata dan kebudayaan Kota Palangka Raya.
“Isinya tidak sekadar hiburan. Ada nilai ekonomi, kolaborasi dengan BI di sekitar lokasi kegiatan, dan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Budaya lokal tetap menjadi prioritas,seperti kecapi dan karungut, agar tidak hilang meski ada artis nasional,” ujarnya.
Lewu Palangka Festival tahun ini akan dimeriahkan dengan penampilan tarian karungut, tari kolosal, fashion show dari Dekranasda yang menampilkan karya busana dan kerajinan, serta hiburan lokal seperti musik kecapi. Sebagai penutup, penyanyi ibu kota Yura Yunita akan turut memeriahkan panggung utama.
Pemerintah berharap Lewu Palangka Festival dapat menjadi agenda tahunan yang membanggakan, sekaligus meningkatkan daya tarik wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. “Kami juga berharap peran media membantu menyebarluaskan informasi ini, agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan menarik kunjungan wisatawan,” tutup Iin.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post