PALANGKA RAYA – Akhir-akhir ini, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian marak terjadi di Kota Palangka Raya. Bahkan dalam sehari, karhutla dapat terjadi sebanyak 20 kasus.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, sejak Januari hingga September 2023 terjadi sebanyak 259 kali karhutla di Kota Palangka Raya.
Dari 259 Kasus tersebut, terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 156 kasus Karhutla, Kecamatan Pahandut 40 kasus, Kecamatan Sebangau 58 Kasus, Kecamatan Bukit Batu Lima Kasus dan Kecamatan Rakumpit nol kasus.
“Ini mungkin puncaknya ya dari Karhutla dimana sempat 20 titik sehari dan juga mulai mendekati pemukiman warga, maka dari itu Tim Satgas Karhutla terus siaga saat ini,” katanya, Rabu, 6 September 2023.
Dijelaskannya, dari 259 kejadian Karhutla tersebut, setidaknya membuat hutan dan lahan di Kota Palangka Raya yang terbakar seluas 190,73 Hektar (Ha), yang hingga saat ini masih di telusuri pemilik lahan.
“Saat ini pihaknya sangat fokus pada upaya pemadaman, untuk upaya pencegahan saat ini bekerja sama dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan pihak kelurahan masing – masing,” pungkasnya.
(rzl/matakalteng.com)





















Discussion about this post