PALANGKA RAYA – Meski dalam suasana pandemi tak menyurutkan geliat Industri Kecil Menengah (IKM) menjaga budaya lokal supaya tidak terkikis oleh zaman melalui peleburan ekonomi kreatif dan budaya.
Salah satunya adalah darj kelompok yang terdiri dari ibu-ibu Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya yang berjumlah 20 orang, bernamakan Haring Pambelum.
Mereka bergerak di bidang kerajinan tangan seperti tas, dompet dan lain sebagainya. Produk yang mencirikan Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu upaya mereka menjaga budaya lokal dibalut dengan anyaman dan kreasi lainnya.
“Kami belajar selain dari pemerintah juga belajar kepada orang-orang sepuh yang memang ahli dalam membuat kerajinan tangan, jadi orang-orang yang sudah sepuh tadi mengajari kami ibu-ibu muda yang harapannya selain menjaga kebudayaan lokal juga menghasilkan pundi-pundi Rupiah”, kata Yantri.
Transfer pengetahuan antara yang berpengalaman dan yang masih muda mereka galakkan untuk memoles produk kerajinan tangan semakin mempunyai nilai ekonomi dan sarat akan kebudayaan.
Haring Pambelum merupakan kelompok IKM yang terhitung masih muda sekitar 3 bulanan mereka berdiri. Penghasilannya pun masih relatif untuk membalikkan modal yang digarap secara gotong royong kelompok.
Menurut Yantri, Kelompok Haring Pambelum mempunyai semangat agar ibu-ibu mandiri tidak tergantung pada penghasilan suami, dengan adanya kelompok IKM itu ibu-ibu ini, mampu menghasilkan keuntungan ganda yaitu pundi-pundi rupiah dan melestarikan budaya lokal.
Tak disangka, niat tulus mereka disambut oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dengan meluncurnya bantuan alat mesin jahit kulit dari Dinas Perdagangan, UKM, Koperasi dan industri Kota Palangka Raya.
“Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan mesin jahit kulit yang diberikan pemerintah Kota Palangka Raya, karena dengan adanya mesin tersebut kelompok Haring Pambelum dapat mengembangkan produk,” cetus Yantri.
Lanjut Yantri, dimana sia berharap agar pemerintah membimbing dan mendampingi kelompok-kelompok IKM yang ada di Kota Palangka Raya dengan bantuan peminjaman modal.
Ditempat berbeda Kepala Dinas Perdagangan, UKM, Koperasi dan Industri Rawang menjelaskan jika bantuan mesin jahit kulit yang diberikan kepada para IKM untuk masyarakat lebih produktif mengembangkan usahanya.
“Dengan adanya eksplorasi rotan, kulit (binatang), kulit kayu dan sebagainya akan menambah nilai jual produk itu sendiri dan daya tarik konsumen sehingga diharapkan pemulihan ekonomi masyarakat segera tumbuh,” tutup Rawang.
(gb/matakalteng.com)






















Discussion about this post