PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhamad Aswani mengatakan bahwa pihaknya secara ketat akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Seperti yang diketahui pelaksanaan PTM terbatas tingkat SD dan SMP di Kota Palangka Raya mulai berjalan, pasca berakhirnya pelaksanaan simulasi PTM terbatas yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
“Tentu saja kami akan melakukan pengawasan ketat, karena salah satu fungsi yang tertuang dalam surat keputusan bersama empat menteri, yaitu menekankan pengawasan melekat terhadap pelaksanaan PTM terbatas,” tegas Aswani, Jumat 5 November 2021.
Dia menjelaskan mekanisme PTM terbatas secara umum diserahkan teknisnya kepada masing-masing sekolah yang telah dinyatakan siap menjalankan PTM. Hanya saja penting diperhatikan pihak sekolah yakni kapasitas maksimal peserta didik yang hadir, yaitu kapasitas 50 persen khususnya untuk jenjang SMP.
“Pihak sekolah bisa melakukan PTM terbatas per shift (sesi). Misalkan hari ini khusus murid kelas VII, kemudian hari berikutnya murid kelas VIII dan seterusnya atau bisa juga dengan pola absensi siswa,” jelas Aswani.
Lanjutnya, perlu diketahui selama pelaksanaan PTM terbatas, maka keberadaan kantin sekolah tidak di perkenankan untuk dibuka. Sebaliknya dianjurkan kepada murid sebelum berangkat sekolah, selain memastikan kondisinya sehat juga sudah sarapan dan membawa bekal masing-masing.
“Mekanisme dalam PTM ini tidak diberikan ada waktu bagi murid untuk istirahat keluar kelas guna mencegah resiko,” bebernya. Begitupun dengan tata kelola parkir sekolah, semuanya telah diatur oleh pihak sekolah dan tentu selalu ada pengawasan dari tim satgas sekolah yang sudah terbentuk.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post