NANGA BULIK – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau, Abdul Kohar menyatakan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lamandau sudah sepenuhnya menggunakan sistem online. Hingga saat ini, proses PPDB berjalan dengan lancar dan dapat dipantau dengan baik melalui sistem yang ada.
“PPDB di Kabupaten Lamandau untuk SMP sudah menggunakan sistem online dan dapat kami pantau perkembangannya di setiap sekolah. Alhamdulillah, sampai saat ini berjalan dengan lancar, meskipun masih ada tiga sekolah yang belum melaporkan data mereka. Kami yakin hal ini disebabkan oleh administrasi yang belum memasukkan data. Namun, sekolah-sekolah lain telah aktif memberikan input di PPDB online, dan kami terus memantau perkembangan ini,” ujar Abdul Kohar saat ditemui di ruangannya, Jumat 28 Juni 2024.
Ia juga menyebutkan bahwa untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), proses penerimaan berjalan tanpa kendala berarti. “Beberapa sekolah masih memiliki tempat untuk peserta didik yang ingin masuk. Jika ada sekolah yang penuh, masih ada sekolah lain di dekatnya yang memiliki tempat. Jadi, tidak ada masalah untuk penerimaan siswa-siswi di Kabupaten Lamandau, terutama bagi lulusan tahun ini,” tambahnya.
Abdul Kohar memberikan beberapa himbauan penting kepada para orang tua dan guru terkait pelaksanaan PPDB. “Saya menghimbau kepada para orang tua untuk memilih sekolah yang terdekat. Hal ini penting karena saat ini fasilitas pendidikan sudah merata. Prestasi lomba-lomba juga sudah tersebar, anak-anak berprestasi tidak lagi terkumpul di kota saja, melainkan juga di desa-desa seperti Delang dan Bumiagung. Selain itu, pemantauan anak oleh orang tua juga akan lebih mudah jika sekolahnya dekat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta orang tua, guru, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak. “Dalam PPDB, kami tidak membedakan satu dengan yang lain, terutama dengan sistem zonasi yang mengutamakan sekolah terdekat. Kami berharap kerjasama dari semua pihak dalam memantau dan mendidik anak-anak kita. Mereka adalah masa depan bangsa ini, jadi kita harus bersama-sama memperhatikan mereka baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat,” jelasnya.
Sistem online yang digunakan untuk PPDB memungkinkan pemantauan yang lebih baik dan meningkatkan keaktifan guru dalam proses pendidikan. “Kami berharap dengan sistem ini, pendidikan di Kabupaten Lamandau dapat lebih merata, lebih baik, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas,” tutup Abdul Kohar.
Dengan demikian, Kabupaten Lamandau terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi dan kerjasama semua pihak demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
(fm/matakalteng)






















Discussion about this post