NANGA BULIK – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lamandau terus bertambah. Hingga saat ini tercatat sebanyak 208 warga setempat positif corona.
Wakil Bupati Lamandau mengaku prihatin dan mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memutus rantai penyebaran virus corona di daerahnya.
“Saya imbau masyarakat untuk tetap mentaati prokes yg sudah ditetapkan Pemda, jangan bepergian keluar daerah kalau tidak penting, selalu jaga imunitas tubuh dengan minum multivitamin ataupun obat herbal untuk menjaga kondisi badan tetap sehat,” katanya, Sabtu 12 Desember 2020.
Ia meminta warganya untuk melaporkan ke tim gugus tugas apabila menemukan ada indikasi warga diduga terpapar covid-19 agar cepat diambil tindakan.
Terkait adanya sejumlah ASN yang terpapar virus Corona, Wabup mengatakan bahwa tim gugus tugas Covid-19 Lamandau terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanganan sesuai aturan yang berlaku.
“Untuk saat ini swab test terus dilakukan kepada warga yang reaktif saat Rafid test dan hasil tracking dari warga yang positif,” jelasnya.
Diketahui, pada hari Jumat 11 Desember 2020 kemarin, kembali terjadi penambahan kasus yang cukup tinggi, sebanyak 68 warga Lamandau terkonfirmasi positif covid-19. Peta zona covid juga hanya menyisakan satu kecamatan saja yang masih zona putih, yakni kecamatan Batangkawa. Sementara 7 kecamatan lainnya sudah berubah menjadi zona merah.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid- 19 Lamandau, H. Hendra Lesmana melalui Sekretarisnya Muhammad Irwansyah menyampaikan, bahwa tim telah bekerja maksimal sehingga mampu memberikan data akurat untuk mendeteksi sebaran covid di masyarakat.
“Semakin masif kita melakukan swab masal , maka semakin baik, kita bisa dapat data akurat sebagai bahan untuk menetapkan langkah selanjutnya,” ungkapnya.
Terkait peningkatan kasus ini, Irwansyah menjelaskan, karena terdeteksi melalui tracking yang cukup massif dari cluster yang ada dan yang kontak erat setelah dilakukan pengambilan swab secara massal.
Langkah yang diambil pemerintah daerah ke depan, selaian melakukan 3T (Testing, Tracking, Treatment) sebagaimana di instruksikan ketua gugus tugas, tim juga telah menyiapkan alternatif ruang isolasi di mess desa, yakni mengoptimalkan mess yang ada serta aula dengan cara pembuatan sekat geser dan pemenuhan penunjang lainnya. Hal ini mengingat kapasitas mess desa sudah cukup penuh.
“Alternatif berikutnya apabila kapasitas mess desa upperload maka akan ada pemilahan khusus ASN diarahkan isolasi mandiri di rumah, kemudian ditiap kecamatan sedang proses koordinasi guna menyiapakan tempat isolasi menggunakan fasum dan fasos yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, mulai minggu depan akan dilakukan sistem kerja shift/bergantian, sebagaimana pernah diterapkan sebelumnya. Mengingat saat ini klaster kantoran sudah mulai meluas.
Berdasarkan update data Gugus tugas percepatan penanganan Covid- 19 Kabupaten Lamandau pada tanggal 11 Desember 2020, warga terkonfirmasi positif bertambah 68 orang sehingga berjumlah 208 kasus, 168 orang dalam perawatan, sembuh 38 orang dan meninggal dunia dua orang.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post