NANGA BULIK – Penyebaran Corona Virus Desease (Covid- 19) di Kabupaten Lamandau masih terjadi, update terkini data corona di laman corona.lamandaukab.go.id menunjukkan bahwa dari 27 orang konfirmasi positif, 6 orang masih dalam perawatan, kasus suspek dan kontak erat masing-masing satu orang, 20 orang telah dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.
Dari 6 orang positif Covid- 19, dua diantaranya adalah karyawan dari PT. Menthobi Makmur Lestari (MML), salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.
“Iya, dua karyawan kami terkonfirmasi positif Covid- 19 berdasarkan hasil uji swab pada tanggal 18 September lalu,” ungkap Ketua Gugus tugas Covid- 19 PT.MML, Kamaludin saat dibincangi wartawan, Selasa 6 Oktober 2020.
Menurut Kamaludin, dua karyawan positif Covid- 19 tersebut saat ini telah menjalani karantina pusat isolasi di Mess Desa, sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif keduanya mempunyai riwayat perjalanan dinas ke Jawa dan Kalimantan Timur.
“Sejak awal kami telah menerapkan protokol kesehatan ketat, perusahaan kami mewajibkan isolasi mandiri, rapid dan swab bagi karyawan yang selesai melakukan perjalanan ke luar daerah,” jelas Kamaludin.
Ia membeberkan, bahwa pihak perusahaan telah melakukan rapid test massal kepada karyawan yang berpotensi melakukan kontak dengan pasien positif dan juga mewajibkan tamu membawa surat kesehatan apabila hendak berkunjung.
“Kami tidak main-main dalam penerapan protokol kesehatan, sejak awal kami melarang cuti dan perjalanan keluar daerah bagi karyawan, kecuali keadaan mendesak. Selain itu, kami juga selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penanganan dan pencegahan Covid- 19,” ujarnya.
Terkonfirmasinya dua orang karyawan tersebut, Kamaludin menjelaskan bahwa hal itu belum mengganggu jalannya operasional perusahaan. “Karena salah satu pasien positif merupakan Pimpinan HRD kami, maka untuk sementara kantor HRD kami tutup sementara, dan semua staf telah menjalani rapid dan swab,” jelasnya.
Dirinya berharap, kedua karyawan tersebut segera sembuh dan tidak ada penularan yang terjadi di perusahaan. “Kami bersama Gugus Tugas Kabupaten akan terus berupaya melakukan penanganan, salah satunya terus melakukan rapid test massal hingga uji swab bagi yang reaktif, semoga saja tidak ada lagi karyawan kami yang positif,” harapnya.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post