NANGA BULIK – Setelah beberapa waktu lalu 18 orang pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia dari 19 kasus Covid-19 di Kabupaten Lamandau dan sempat kembali ke zona hijau, update terkini bahwa Lamandau kembali masuk zona merah.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamndau, H Hendra Lesmana membenarkan adanya penambahan kasus positif yang menjadikan Lamandau kembali ke zona merah.
“Iya, kita kembali ke zona merah setelah seorang laki-laki yang bekerja di lperusahaan perkebunan kelapa sawit yakni PT MML terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab,” ungkapnya, Selasa 20 Juli 2020.
Menurut laporan, lanjut dia, yang bersangkutan memiliki istri yang tinggal di Palangka Raya. Jadi ada kemungkinan dia tertular dari sang istri. “Kita sudah berkomunikasi dengan tim gugus tugas Kota Palangka Raya agar segera menindaklanjuti hal ini, karena diketahui istrinya sudah kembali ke rumahnya,” ujarnya.
H Hendra Lesmana yang juga Bupati Lamandau itu menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan protokol penanganan dengan melakukan karantina kepada yang bersangkutan di pusat isolasi Covid-19 Kabupaten Lamandau di mess Desa Jalan Trans, Kalimantan Nanga Bulik.
“Kita juga segera melakukan langkah-langkah penanganan, selain menempatkan yang bersangkutan di pusat isolasi, kita juga melakukan treking guna memastikan penyebaran Covid-19 yang baru ini,” jelasnya.
Hendra berharap penambahan kasus positif Covid-19 ini dapat kembali meningkatkan kewaspadaan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat jangan lengah dengan status zona hijau beberapa waktu lalu, tetap waspada dan selalu terapkan protokol kesehatan,” imbaunya.
Diketahui, berdasarkan update data terbaru pantauan Covid-19 Kabupaten Lamandau di laman corona.lamandaukab.go.id jumlah positif Covid-19 sebanyak 19, sembuh 17 orang, meninggal 1 orang, kontak erat 8 orang, suspek nihil, kasus terkonfirmasi tanpa gejala sebanyak 8 orang, serta Orang Dalam Resiko atau ODR 3 orang.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post