NANGA BULIK – Upaya penanganan banjir yang terjadi di Kabupaten Lamandau dilakukan oleh semua pihak. Pemerintah setempat melalui instansi terkait terus melaksanakan kegiatan seperti evakuasi korban dan barang-barang, penyiapan penampungan serta penyaluran bantuan. Begitu juga dilakukan pihak PLN yang berusaha menjaga keamanan masyarakat terdampak banjir selama musibah masih terjadi.
Demi menjaga keamanan pelanggan yang terdampak banjir khususnya di Kota Nanga Bulik, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nanga Bulik telah melakukan pemadaman listrik untuk wilayah yang terendam banjir.
“Iya, kita melakukan pemadaman listrik untuk wilayah yang terendam banjir. Karena banjir kali ini mengakibatkan beberapa rumah pelanggan dan gardu distribusi yang terendam air,” ungkap Manager PLN ULP Nanga Bulik, Indi Chrisna Wijaya, Jumat 17 Juli 2020.
Menurutnya, pemadaman listrik terpaksa dilakukan karena ada potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa manusia. “Sampai sore kemarin (Kamis 16/7), total ada 19 gardu yang harus dilakukan pemadaman emergency akibat banjir di beberapa titik,” kata Indi.
Indi menyebut, pemadaman di kota Nanga Bulik diantaranya di Pasar Nanga Bulik dan sekitarnya (RT 01, RT 02 dan RT 08), Jljalan JC Rangkap sebagian dan Perumahan BTN Ghozali Permai dan sekitarnya.
Sedangkan wilayah lain yang juga dilakukan pemadaman selama masih terjadi banjir diantaranya di Desa Bunut, Desa Sei Mentawa, Desa Batu Kotam, Desa Guci, Desa Batu Hambawang, Sebagian Desa Kujan, dan Beruta Seberang.
“Kita terus memantau keadaan, kalau sudah aman pasti ya kita hidupkan. Pagi tadi beberapa diantaranya juga sudah dinyalakan lagi,” terangnya.
Untuk menjaga keamanan selama musibah banjir ini, Indi mengimbau masyarakat (pelanggan PLN) agar senantiasa mengantisipasi bahaya listrik dirumah dengan cara mematikan instalasi listrik, mencabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak serta menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
“Keselamatan masyarakat itu utama, bila pelanggan menemui adanya potensi bahaya listrik saat banjir, maka dapat menghubungi contact center PLN 123 atau kantor PLN terdekat,” tukasnya.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post