NANGA BULIK – Banjir di Kabupaten Lamandau tidak hanya merendam rumah hingga mengakibatkan ratusan warga harus tinggal sementara di tempat pengungsian. Namun juga menghambat proses belajar mengajar para siswa karena gedung sekolah yang terdampak banjir.
Banjir kedua yang terjadi sejak Minggu 12 Juli 2020 lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda air akan surut. Salah satu gedung sekolah di Kota Nanga Bulik yang terendam cukup parah adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lamandau di jalan Batu Batanggui RT 07 Kelurahan Nanga Bulik.
“Kemarin sudah terendam, namun pagi ini (Selasa 14/7), ketinggian air mencapai 1 meter lebih,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamandau, H Hamim.
Diungkapkan Hamim, sejak MIN 1 Lamandau berdiri, bencana banjir kali ini lebih parah dari yang sebelum- sebelumnya. “Banjir yang pertama minggu lalu sudah terendam tapi tidak separah ini, tiap musim hujan juga ada dampak tapi kali ini yang terbesar sepanjang MIN Lamandau ini ada,” ungkapnya.
Menurutnya, sejak senin (13/7) kemarin, sebenarnya proses belajar mengajar sudah berlangsung, namun berbagai kendala mengharuskan siswa-siswi MIN 1 Lamandau belum di perkenankan untuk kembali masuk sekolah.
“Adanya pandemi Covid- 19 dan bencana banjir ini menjadikan proses belajar mengajar di sekolah menjadi terhambat, tidak mungkin siswa masuk sekolah kalau kondisinya tergenang seperti ini,” kata Hamim.
Ia berharap, pihak Kementerian Agama Pusat dapat memahami kondisi di lapangan dan memberikan kebijakan serta bantuan. “Selain akan kita laporkan kepada Kemenag Pusat, kita juga berharap Pemkab Lamandau memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir, salah satunya MIN 1 Lamandau ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Lamandau, Suriati saat dijumpai di lokasi banjir mengatakan, ada 15 ruang kelas siswa yang tergenang, bahkan air sudah masuk ke dalam ruang kelas dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, sedangkan 5 ruangan lainnya masih aman.
“Saat ini para guru sedang menyelamatkan peralatan, buku-buku dan perlengkapan sekolah agar tidak rusak,” ungkapnya
Akibat banjir tersebut, kegiatan belajar mengajar siliburkan. “Awal masuk sekolah malah banjir, semua pasti ada hikmahnya, semoga saja banjir ini segera surut,” tukas Suriati.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post