NANGA BULIK – Hingga Senin 29 Juni 2020, bencana banjir masih melanda sejumlah desa di Kabupaten Lamandau. Berbagai langkah penanganan dampak akibat tergenangnya ribuan rumah yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu telah dilakukan oleh pemerintah setempat.
Selain melakukan pendataan warga terdampak banjir, penyaluran bantuan dan penyiapan tempat penampungan, Pemkab Lamandau juga melakukan antisipasi penyebaran penyakit yang seringkali diderita warga pasca banjir.
“Upaya-upaya penanganan dampak bencana banjir ini telah dan terus Kita (Pemkab Lamandau) lakukan, selain penyaluran bantuan dan penyiapan penampungan kita juga melakukan langkah antisipasi adanya penyakit pasca banjir,” ucap Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana disela menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Kujan Kecamatan Bulik, Senin 29 Juni 2020.
Terkait kondisi itu, Hendra sudah instruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah antisipatif guna mencegah penyebaran penyakit seperti DBD, diare, penyakit kulit dan lain sebagainya.
“Kepada warga yang terdampak banjir, diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, dan untuk pemerintah desa dan kecamatan saya minta untuk senantiasa memantau dan menampung setiiap keluhan warga sehingga penanganan banjir ini dapat maksimal,” jelasnya.
“Penanganan penyakit yang sering muncul setelah banjir harus dilakukan mulai sekarang, jangan sampai warga terserang penyakit, kita harus tetap sehat,” tukasnya.
Bupati Hendra Lesmana juga berharap banjir yang terjadi di Kabupaten Lamandau dalam seminggu terakhir ini segera berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa dan dapat kembali menempati tempat tinggalnya seperti semula.
(btg/matakalteng.com)




















Discussion about this post