NANGA BULIK – Sedikitnya 18 orang karyawan PT Nirmala Agro Lestari (NAL) harus menjalani isolasi mandiri. Pasalnya, mereka memiliki riwayat kontak langsung dengan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang meninggal dunia dengan berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19.
Diketahui, seorang ibu yang meninggal dunia dengan berstatus PDP Covid-19 Kabupaten Lamandau itu merupakan istri dari seorang karyawan di perusahaan payung Astra Agro Lestari (AAL) Group. Sebelum meninggal dunia pada Selasa 2 Juni 2020 pukul 15.45 WIB di RSUD Lamandau, yang bersangkutan telah dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif corona.
Corporate Development Area Manager (CDAM) AAL wilayah Kalteng, Triyanto, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan tracking kepada sejumlah orang yang memililiki riwayat kontak langsung dengan seorang PDP yang telah dipanggil Yang Maha Kuasa pada selasa kemarin. “Ada 18 orang yang diisolasi mandiri,” ujar dia via telepon seluler, Rabu 3 Juni 2020.
“Meski secara rapid test dinyatakan positif, kita berharap hasil uji swab PDP Covid-19 tersebut negatif,” kata Triyanto.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan, almarhumah yang diketahui baru melahirkan bayi laki-laki prematur beberapa hari lalu dengan berat bagi 1.320 gram bertempat di Klinik perusahaan. Karena kondisinya drop, maka yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Lamandau.
Almarhumah ditetapkan sebagai PDP Covid-19 pada Selasa 2 Juni 2020 pagi setelah hasil pemeriksaan kesehatannya diduga memiliki gejala-gejala covid-19. Gejala tersebut seperti keluhan sesak napas, batuk dahak kering serta hasil rontgen-nya menunjukan gejala pneumonia dengan edema paru. Gugus tugas Covid-19 kabupaten Lamandau juga telah berencana segera merujuk yang bersangkutan ke RSSI Pangkalan Bun.
Tim medis Covid-19 Kabupaten Lamandau juga telah mengambil sampel swab kepada yang bersangkutan.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post